Walikota Buka RAT Kopena

oleh -118 views
banner 340x110 banner 340x150

PEKALONGAN – Perkembangan bisnis yang semakin maju membuat aset Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Koperasi Pemuda Buana (Kopena) yang berkantor pusat di Jalan HOS Cokroaminoto Nomor 77 Pekalongan semakin berkembang.

“Dari sisi perkembangan trend tiap tahun nya naik terutama sisi aset. Pada tahun 2017 asetnya Rp 195 miliar, untuk tahun 2018 mencapai Rp 237 miliar. Mudah-mudahan tahun ini akan bisa mencapai Rp 300 miliar,” kata Plt Ketua Umum KSPPS Kopena Pekalongan, Nur Khamid saat menyampaikan laporan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Ke-25 Tahun Usaha 2018 KSPPS Kopena di Gedung Convention Center HA Djunaid, kawasan Ponpes Modern Alquran Buaran Pekalongan, Sabtu (2/3/2019).

banner 740x140

Hamid menambahkan di tahun 2019 Kopena akan meningkatkan kembali pemberian pendidikan perkoperasian kepada anggota KSPPS Kopena.

Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Jateng Ema Rachmawati yang hadir memberi sambutan menyebutkan dari total 25000 koperasi yang ada di Provinsi Jawa Tengah, hanya 21000 kondisi koperasi yang baik dan sehat.

“Dari 25 ribu koperasi yang ada di Jawa Tengah, yang aktif hanya 21 ribu koperasi, sedangkan sekitar 3 ribuan lebih ditengarai tidak aktif. Koperasi agar tetap aktif yaitu integritas pengurus sangat penting karena tanpa kejujuran dan keterbukaan pengurus lama-lama pasti kolaps. Contohnya Koperasi Simpan Pinjam, dia berbisnis yang lain. Uangnya untuk membangun perumahan dan sebagainya. Itu yang membuat koperasi itu bisa ambruk,” ujar Ema.

Menurut Ema, koperasi-koperasi di Kota Pekalongan sudah cukup baik dan besar sehingga reputasinya harus selalu dipertahankan. “Koperasi yang ada di Kota Pekalongan beberapa sudah cukup bagus dan besar dan harus dipertahankan. Mudah-mudahan semakin berkembang dan semakin bagus mengikuti perkembangan zaman seperti ada industri teknik IT yg harus dikuasai oleh koperasi,” sambung Ema.

Disampaikan Ema, koperasi di Jawa Tengah dipersiapkan menuju digitalisasi koperasi seperti yang dicontohkan di Koperasi BMT UGT Sidogiri. “Digitalisasi koperasi memang beberapa koperasi sudah ada yang menuju kesana. Tahun ini Pak Gubernur mempunyai komitmen digitalisasi koperasi, ini mau mengembangkan ekosistemnya dulu seperti apa digitalisasi di bidang koperasi, paling tidak minimal 18 buku yang di koperasi harus sudah digitalisasi baru ke usahanya. Neraca harus bisa dihitung dengan digital,” terang Ema.

Sementara itu, Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz menyampaikan melalui RAT ini sebagai sarana memberikan saran dan masukan dari anggota bagi keberlangsungan KSPPS Kopena. “Kegiatan RAT merupakan bentuk kepatuhan dari komponen organisasi dalam melakukan kewajiban organisasi sesuai dengan tuntutan yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan dimana kekuasaan tertinggi dari lembaga koperasi. Manfaatkan kesempatan ini untuk bersilaturahmi, memberi masukan dan kritikan dari kinerja koperasi dalam setahun. Koperasi Kopena yang merupakan koperasi terbesar kedua setelah Kospin Jasa telah bersama sama pemerintah dalam rangka mewujudkan perekonomian di Kota Pekalongan yang lebih baik,” imbuh Saelany.

Dijelaskan Saelany, Pemkot sangat mendukung dan berupaya dalam membina koperasi-koperasi yang ada di Kota Pekalongan. “Pembinaan Koperasi di kota Pekalongan bentuknya berupa audit, kesehatan koperasi yang kita nilai setiap tahunnya, kemudian pendidikan SDM. Disamping itu juga ada fasilitasi study banding ke beberapa koperasi koperasi besar yang dibiayai APBD dan Pemerintah. Pembinaan selalu kita lakukan, yang penting pendampingan dari Dinas Koperasi. Sebelum jatuh tentu saja permasalahan-permasalahan perlu kita inventarisasi,” terang Saelany.

Saelany menekankan bagi koperasi-koperasi baru untuk tetap aktif agar selalu berhati-hati dan berpedoman 4 pilar dalam bekerja yakni spirituality, profesionalitas, integritas dan loyalitas. “Tentu saja harus hati-hati, 4 pilar dalam bekerja termasuk harus amanah, tahu aturan, Undang-Undangnya bagaimana, anggaran dasar harus paham, integritas dan loyalitas,” jelas Saelany. (*)

banner 340x140 banner 350x140