Tak Berpapan Nama dan Amboradul Pengaspalan Didesa Brengkolang

oleh -259 views
banner 340x110 banner 340x150

KAJEN- Diduga dibangun asal-asalan dan tidak sesuai spek pengaspalan jalan di desa Brengkolang, Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan amburadul lebih parah lagi proyek ini tidak memiliki papan nama dan tidak tercantum dalam infografis yang ada di balai desa. Proyek ini dibangun sekitar bulan puasa kemarin dengan menggunakan Dana Desa Tahun 2019 tahap I ini sudah rusak, asal mudah mengelupas saat diinjak mengunakan kaki. Diduga aspal yang di gunakan kualitas rendah dan tidak sesaui standar DPU Kabupaten Pekalongan, selain itu jalan ini diduga merupakan jalan milik perhutani yang seharusnya tidak boleh di bangaung menggunakan Dana Desa. Salah seorang warga Brengkolang yang enggan namanya di mediakan mengaku menyesalkan dengan pembangunan didesanya, “saya sebagai warga menyesal dengan kualitas pembangunan di desa kami, padahal harusnya pembangunan yang menggunakan uang rakyat harus benar-benar dilaksanakan dengan baik dan sesuai standar yang berlaku,” ujarnya.
Sementara itu sejumlah perangkat desa Brengkolang yang ditemui media di kantornya mengaku tidak tahu menahu tentang pelaksaan pembangunan di desanya terutama yang dibiayai dengan dana desa, semua di monopoli oleh kades “kami perangkat hanya sebagai legalitas saja meskipun ada Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) namun semua di kerjakan oleh pak kades,” paparnya. Ditanya tentang pelaksaan pengaspalan salah satu perangkat mengatakan “untuk pelaksaan pengaspalan di pihak ketigakan karena memang didesa kami tidak mempunyai tenaga untuk itu, saya juga menyesalkan selama ini kades juga tidak transparan dalam pembagian BOP bahkan lebaran kemarin boleh di bilang kami ‘puasa’ karena tidak mendapatkan pembagian BOP,” tandasnya. Hasil informasi di lapangan jalan yang diaspal tersebut merupakan jalan milik Perum Perhutani, padahal seharusnya menurut peraturan jalan tersebut tidak boleh dibiayai dengan dana desa. Kepala desa Brengkolang saat akan di konfirmasi tidak berada di tempat bahkan sudah lima kali didatangi di kantor kepala desa dan rumahnya tidak pernah menemui bahkan saat di hubungi via ponselnya tidak aktiv, sekretaris desa Luwiyah yang ditemui media mengaku tidak tahu tentang hal tersebut, “saya disini masih baru, jadi belum mengetahui tentang teknis dilapangan sementara ini saya masih mengerjakan admistrasi saja sedangkan untuk pembanguan kan sudah ada TPKnya,” paparnya.
Camat Kajeng Agus Purwanto yang ditemui media dikantornya mengaku belum melakukan peninjauan kelokasi, “saya belum kelokasi untuk peninjauan proyek tersebut, dengan adanya informasi dari awak media saya hari akan langsung ke lokasi untuk mengecek,” ujarnya. Namun hingga berita ini di tayangkan Agus mengaku belum bisa menemui Kepala Desa Brengkolang. (Mit)

banner 350x350 banner 350x140