Soal Coklat Mermaid, Ini Kata Saksi

oleh -2.666 views
banner 340x110 banner 340x150

PEKALONGAN – Pemilik Warung Jajanan di Panjang Wetan Mardjiana (53) kepada polisi mengakui bahwa baru pertama kali jualan Coklat Merk Mermaid dan tidak cek tanggal kadaluarsa. Marjiana juga mengatakan bahwa 5 dari 7 anak yang makan coklat tersebut dalam kondisi sehat.
Demikian diungkapkan Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu Kamis (25/4) usai pemeriksaan saksi di Mapolres Pekalongan Kota.
Menurut Ferry, peristiwa dugaan keracunan terjadi pada hari Rabu (24/4) sekira pukul 18.00 wib di Gang 1 No. 13 B RT. 7 RW. 7 Kec. Pekalongan Utara Kota Pekalongan.
Ada 2 bocah korban masing-masing bernama Jessica (5) tahun dan Safia (5). Marjiana sudah berikan keterangan cukup lengkap.
“Mardjiana belanja (kulakan) coklat merk Mermaid hari Selasa (23/4) sekira pukul 07.00 wib di sebuah kios dalam area pasar darurat Sorogenen sebelah utara sebanyak 1 (satu) renteng isi 10 (sepuluh) bungkus seharga Rp. 4.500,- (empat ribu lima ratus rupiah).”
Nah, dari 10 bungkus tersebut telah laku 7 (tujuh) bungkus dan masih sisa 3 (tiga) bungkus. Ketujuh bungkus tersebut dibeli masing-masing oleh Jessica, Safia, Rafa, Iqbal, Niken, dan 2 (dua) orang anak dari tamu tetangga masing2 membeli 1 bungkus. ^Selain kedua korban atau anak2 lain yg membeli coklat merk Mermaid di warung tidak mengalami gejala keracunan dan kondisi mereka hingga saat ini sehat2 saja,” ujar Ferry.
Sementara itu kedua korban selain beli Coklat Mermaid juga beli meises merk Gerry. Sedangkan Korban Safia membeli jajan coklat Mermaid dan meises Gerry. “Saksi kulakan Coklat Mermaid baru sekali ini saja dan tak ingat tanggal kadaluarsa. Sedangkan untuk Meises merk Gerry Saksi sudah menjual kurang lebih selama 5 tahunan dan belum ada keluhan apapun dari konsumen.” (*)

banner 340x140 banner 350x140