Sisi Lain Soal DPRD

oleh -175 views
banner 340x110 banner 340x150

Anggota DPRD dipilih melalui Pemilu Legislatif. Tidak semua orang bisa menjadi anggota dewan yang terhormat. Dari ratusan calon legislative di Kota Pekalongan ‘hanya’ 30 orang yang berhak menyandang gelar wakil rakyat.

Dari 30 orang tersebut, suara yang didapatkan variatif antara 1200 hingga 3600an. Bila kita ambil rata-rata setiap anggota DPRD terpilih mendapatkan dukungan sekitar 2000 ribu orang. Atau total dukungan rakyat sebesar 60 ribu dari sekitar 194 ribu pemilih. Atau ada sejumlah 130 ribuan pemilih tak mempunyai ‘wakil rakyat’.

banner 740x140

Sehingga bila keputusan DPRD dianggap kurang sejalan dengan mayoritas masyarakat sebenarnya sesuatu yang wajar. Mengingat jumlah yang tak sehati dengan anggota DPRD lebih banyak. Dan sesuatu yang wajar pula jika DPRD tidak gubris keinginan warga yang dulu tidak ikut dalam barisannya. Ingat salah satu kewajiban anggota DPRD adalah “menyerap, menghimpun, aspirasi konstituen melalui kunjungan kerja secara berkala”. menampung, dan menindaklanjuti aspirasi dan pengaduan masyarakat ; dan memberikan pertanggungjawaban secara moral dan politis kepada konstituen didaerah pemilihanya.

 Karenanya, bagi yang pada waktu Pileg 2014, Calegnya gagal atau partainya gak punya wakil maupun mereka yang selalu bangga dengan Golput ataupun yang paling ringan berujar NETRAL, tidak usah ikut2an berkoar-koar seputar politik di DPRD. Karena hakikatnya suara mu telah musnah seiring dengan kekalahan calonmu.

 Ini beberapa ilustrasi sebelum kalian berbuat malu-maluin :;;

  “Anda wakil rakyat, dengarkan suara kami?”// suara yang mana??? Saat Pemilu anda kemana dan dimana??? (terdiam).

 wakil rakyat tidak becus??? // yang tidak becus itu jagoanmu saat kalah Pileg// Saya waktu itu netral???// Maaf mas, di DPRD tidak ada fraksi Netral. (kapokmu kapan)

 Kami ingin sampaikan aspirasi???// dari partai mana mas// kami tidak berpartai??//terus mau ketemu dengan siapa disini???// wakil rakyat pak// wakil rakyat dari partai apa??//waduh….

 Kalian dibiayai dari uang rakyat// benar// kenapa kerja anda tidak maksimal melayani masayarakat// kata siapa mas?? Baca media dan kata para pakar// yang menjadikan kami tetap sebagai anggota DPRD adalah partai Mas, bukan media apalagi pakar. Kalau kami menuruti apa kata pakar dimedia, emang yang gaji kami pakar??? Tidak juga khan??/ ingat mas, anggota partai juga rakyat. (Kandani ora ngandelan)

 Kenapa kalian tidur saat siding DPRD// tidak sering dan tidak semua tapi ya tidak apa-apalah, dari pada lari-lari malah buat keributan// maskudnya?? Tidak ada seorangpun anggota DPRD punya  niat tidur saat sidang paripurna. Karena bisa jadi akibat kelelahan melayani konstituen sampai dini hari, Wajar dunk kalau ngantuk dan lelah. Karena tugas kami memang luar biasa banyaknya. (asyiik)

 Kenapa kalian banyak kunjungan kerjanya??? Ya karena kami bekerja, namanya kunjungan kerja??, kalau kami nganggur namanya kunjungan nganggur// bukan itu maksud saya, kenapa tidak blusukan ke kelurahan-kelurahan??// sudah saya bilang, kelurahan-kelurahan sudah seringlah, lha pendukung saya disana juga cuman 40 orang….(mringis pora)

 Pertanyaan balik : anda bertanya terus, aslinya dari partai apa, atau mendukung siapa saat Pemilu??// gak milih kok pak, saat Pemilu saya piknik pak// ya sudah mana aspirasi kalian, semoga bisa kami perjuangkan // oke, matur nuwun pak//

 (tetap bijak melayani rakyat meski saat pemilu tidak memilihnya bahkan terkadang menyebarkan fitnah dan kebencian, luar biasa bukan hati seorang anggota DPRD????)

banner 340x140 banner 350x140