Satu Jam Bertemu, Ini Isi Perbincangan Habib Luthfi dan Ganjar

oleh -131 views
banner 340x110 banner 340x150

PEKALONGAN – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo silaturahim di kediaman Ra’is ‘Am jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdiyah, Habib Luthfi bin Yahya di Pekalongan, Rabu (12/6). Selama satu jam keduanya berbincang soal kebangsaan dan keamanan negara.

Ganjar tiba di kediaman Habib Luthfi pukul 10.30 didampingi Walikota dan Wakil Walikota Pekalongan setelah menghadiri tradisi syawalan, peluncuran balon udara Java Balon Festival di Stadion Hoegeng dan pemotongan lupis raksasa di Kelurahan Krapyak, Pekalongan Utara.

banner 740x140

Pertemuan tersebut berlangsung santai di lantai dua kediaman sang habib. Beberapa jajanan khas lebaran pun nampak tertata rapi. Usai pertemuan, Habib Luthfi mengatakan pertahanan negara mesti dijaga seluruh elemen bangsa.

“Mari kita jaga tali persatuan dan persaudaraan sehingga jadi benteng kokoh bangsa ini,” katanya.

Terlebih pada saat lebaran seperti ini. Menurut Habib Luthfi, spirit serta esensi ibadah puasa harus selalu diterapkan pada kehidupan berbangsa. Dengan pengamalan esensi ibadah puasa, lanjut Habib Luthfi, nafsu merusak bangsa atau persaudaraan akan terkikis sehingga akan meminimalisasi pertikaian antar sesama anak bangsa.

“Mari kita buahkan hasil puasa yang telah kita semuanya mampu untuk meredam peranan nafsu-nafsu kita. Buah itu sangat kita butuhkan untuk mempererat tali persatuan dan kesatuan. Sehingga tidak memberikan peluang bagi oknum-oknum yang rela melihat Indonesia dipecah belah,” katanya.

Berbincang soal kebangsaan memang selalu digaungkan Habib Luthfi di manapun berada. Nasionalisme selalu digembar-gemborkan oleh habib yang juga jadi pemimpin sufi internasional itu. Bahkan menurut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di setiap kesempatan tausiyahnya, sang Habib selalu lantang meneriakkan NKRI Harga Mati.

“Menjaga persatuan dan kekokohan NKRI, menjaga nilai-nilai luhur Pancasila, menjaga bangsa yang lentur agar tidak mudah dipecah belah, bangsa yang kokoh persaudaraannya,” kata Ganjar.

Jika hal tersebut bersemayam kuat di dada setiap anak bangsa, Ganjar yakin kemajuan bukanlah hal mustahil bagi Indonesia. Namun yang tidak boleh dilupakan adalah soal perekonomian, yang mesti dikeroyok dari pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

“Karena ada nilai ketenteraman di sana. Kekompakan ini yang membuat kita jadi kenyal, tidak mudah diremuk dari luar. Seperti yang selalu disampaikan Habib Luthfi, jika kamu cinta NKRI, buktikan,” katanya. (*)

banner 350x350 banner 350x140