Rusak Parah, Warga Pendowo Blokade Jalan

oleh
banner 340x110 banner 340x150

Pemalang – Puluhan warga desa Pendowo, Kecamatan Bodeh Kabupaten Pemalang, Selasa (25/12) melakukan aksi demo dan blokade jalan yang menghubungkan Kecamatan Comal dan Kecamatan Bodeh. Pasalnya, mereka mengaku kesal dengan pihak Pemkab Pemalang karena jalan mereka yang rusak sudah lebih dari satu tahun ini tak kunjung di perbaiki, tak hanya melakukan demo warga juga menanami jalan dengan pohon pisang, sebagian warga yang lain terlihat mengumpulan dana Koin Peduli Jalan Pendowo, tak ayal aksi warga ini membuat lajur penghubung dua kecamatan ini tersendat, sebagian mobil dan truk yang lewat terpaksa harus memperlambat jalan mereka. Koordinator Lapangan aksi tersebut Supriyadi mengaku pihaknya sudah menyampaikan keluhan ini kepada pihak terkait namun hingga saat ini belum ada realisasi, “kami pernah di janjikan jalan ini akan diperbaiki setelah jalan TOL selesai di kerjakan. Karena ini rusak akibat terdampak mobilisasi TOL namun hingga TOL diresmikan dan dibuka untuk umum beberapa hari lalu jalan kami tak kunjung di perbaiki,” ujarnya saat di konfimasi wartawan di sela aksi demo. Menurut Supriyadi jalan tersebut sudah banyak memakan korban warga yang jatuh karena masuk lobang jalan, “kalau musim hujan banyak warga yang melintas jatuh karena banyaknya lobang jalan dan licin. Apakah pemerintah menunggu ada warga yang meninggal baru akan di perbaiki?” imbuhnya kesal.

Tak hanya menuntut perbaikan jalan warga juga menuntut mendapat ganti rugi dari efek kerusakan jalan dan mobilitas truk yang mengerjakan TOL pasalnya Supri mengaku banyak warga yang terserang penyakit gangguan pernafasan sejak pengerjaan TOL tersebut, “kesehatan warga kami terutama yang rumahnya ada didepan jalan banyak yang mengeluh sesak napas akibat banyaknya debu dari jalan. Rumah mereka kotor dan cat tembok rumah banyak yang rusak karena terkena cipratan air dari kendaraan yang lewat, untuk itu kami warga desa Pendowo menutut ganti rugi sebesar Rp 10 Juta rupiah bagi setiap KK yang rumahnya terdampak langsung oleh kerusakan jalan tersebut,” bebernya. Supri menegaskan jika aksi tersebut tidak mendapat tanggapan dari pihak terkait warga mengancam akan menutup jalan akses yang menghubungkan dua kecamatan tersebut. (mit)

banner 340x140 banner 340x140