Rob Sama Pentingnya Untuk Segera Diatasi

oleh -

PEKALONGAN – Ketua DPRD Kota Pekalongan Balgis Diab mengingatkan agar Pemkot Pekalongan perhatikan kesehatab warga terdampak ROB terlebih mereka yang ngunggsi. Apalagi ditengah pendemi Covid 19. “Permasalahan banjir ROB tahun ini berbeda dengan sebelumnya, karena kita semua tengah berjuang melawan Covid 19. Sehingga pemkot pekalongan lebih perhatikan kesehatan warga terdampak ROB khususnya para pengungsi,” ujar Balgis dalam rapat gabungan Komisi A,B dan C DPRD Kota Pekalongan Rabu (3/6).
Menurut Balgis protokol kesehatan tetap dijalankan dalam masa pendemi Covid 19 ini. “Jangan sampai muncul kasus Covid 19 dipengungsian,” kata Balgis.
Selain itu dia juga desak Walikota segera keluarkan keputusan darurat ROB di Kota Pekalongan. “Banjir ROB harus segera diatasi, kalau perlu dananya juga diambilkan dari anggaran penanganan diambilkan virus Corona. Karena sama sama mendesak untuk dilakukan supaya warga bisa segera tertolong.
Sementara itu Banjir rob menggenangi permukiman warga di Kota Pekalongan. BPBD Kota Pekalongan mengungkap ada 150 warga yang mengungsi.
“Untuk daftar pengungsi ada 150 jiwa di (Kelurahan) Slamaran dan Tirto,” ujar Kepala BPBD Kota Pekalongan Sasmitha kepada detikcom di kantornya, Rabu (3/6/2020).
Sasmitha mengungkap ada tujuh kelurahan di tiga kecamatan yang terdampak banjir rob. Tiga kecamatan tersebut yakni Pekalongan Utara, Pekalongan Barat dan sebagian Pekalongan Timur.
“Paling parah di (Kelurahan) Slamaran. Hari ini malah air naik kembali,” kata Sasmitha.
Hari Ini
Sasmitha memprediksi kondisi ini masih akan terjadi selama sebulan.
“Bahkan tanggal 11, 12 dan 13, itu angkanya lebih tinggi. Logikanya, kalau angka lebih tinggi dampaknya (rob) lebih besar. Kita terus berjaga-jaga,” jelas Sasmitha. (*)