Proyek Perbaikan Jalan Didesa Kaligawe diduga Tidak Sesuai Spek

oleh -
banner 340x110 banner 340x150

Kajen – Diduga kuat ada proyek perbaikan Jalan yang di kerjakan tidak sesuai spek di desa Kaligawe, Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan, hal ini seperti disampaikan Ketua LSM Gerak bidang pengawasan pembangunan, Ardian saat melakukan Cofe Morning dengan sejumlah media di salah satu tempat makan di Kota Pekalongan.
“Kami dan tim menemukan proyek  yang di garap asal-asalan di desa Kaligawe, yakni proyek pembuatan jalan yang diduga di biayai dengan Dana Desa Tahap II tahun 2019. Pastinya berapa volumenya dan nilainya berapa kami tidak tahu karena tidak ada papan proyek pada pekerjaan tersebut, padahal proyek sudah selesai 100 persen,” ujarnya. Dijelaskan oleh Ardian bahwa proyek tersebut seharusnya menggunakan batu belah dan disusun tegak namun yang terjadi di desa Kaligawe batu belah tidak mencapai 30 persen sebagian besar batu yang digunakan adalah batu blonos, “saya sudah berkoodinasi dengan orang tehnik Bina Marga Provinsi dan saya tunjukan foto saat pemasangan batu dan beliau mengatakn itu salah total, karena seharusnya untuk pembuatan jalan, menggunakan 100 persen batu belah yang disusun tegak dan di beri batu belah kecil sebagai pengunci. Tapi yang terjadi di desa Kaligawe menggunakan 100 persenm batu blonos,” tandasnya. Masih menurut Ardian jika mengunakan batu blonos maka aspal akan cepat rusak karena batu tidak dapat menahan beban secara maksimal, “saya yakin jika terkena air hujan aspal akan mudah amblas dan mengelupas, harusnya pihak terkait tegas dalam hal ini dan memerintahkan kepada TPK dan kepala desa Kaligawe untuk segera membongkar jalan tersebut dan menata ulang,” tegasnya.
“Saya sangat menyayangkan tidak adanya pengawasan dari pihak terkait baik dari dinas maupun dari kecamatan. Padahal ini dibangun dengan menggunakan uang rakyat harusnya kecamatan berkoodinasi dengan dinas terkait untuk ikut melakukan pengawasan,” tandasnya. Dari hasil invetigasi LSM Gerak sejumlah perangkat yang di temui mengatakan semua proyek desa dimonopoli oleh kepala desa, “menurut beberapa perangkat yang saya temui mereka tidak pernah dilibatkan dalam pelaksaan proyek didesa dan hanya di jadikan sebagai formalitas saja semua uang dari DD yang menguasi kepala desa setempat. Dan ini sudah terjadi sejak tahun 2015 lalu,” paparnya. Rencananya LSM Gerak akan melaporkan temuan tersebut kepada pihak berwajib supaya ada efek jera bagi kepala desa tersebut,
Sementara itu saat media menelusuri ke lokasi memang benar aspal mudah mengelupas saat di injak dengan menggunakn kaki, kepala desa Kaligawe Fatihin saat ditemui wartawan dikecamatan Senin (19/8) kemarin tidak mau memberikan konfirmasi, bahkan mengeluarkan kata-kata umpatan “saya masih pusing jangan bikin tambah pusing,” ujarnya sambil berlalu tak lama kemudian Fatihin mengumpat.
Dikonfirmasi dan ditunjukan video tentang aspal yang mudah mengelupas Camat Karangdadap Abdul Qoyyum, mengatakan akan segera melakukan pengecekan ke lokasi, “saya terima kasih atas masukan dari rekan-rekan dan saya akan segera memanggil kepala desa yang bersangkutan dan melakukan pengecekan dilokasi,” ujarnya. Ditambahkan oleh Qoyyum kepala desa tersebut memang sering melakukan pelanggaran bahkan beberapa waktu lalu sempat ditahan untuk pencairan DD tahap I “kepala desa Kaligawe memang sudah sering kami beri peringatan bahkan saya sempat menahan pencairanDD tahap I beberapa waktu lalu namun memang susah berkomunikasi dengan kades satu ini ponselnya sering tidak aktiv dan jarang hadir di balai desa,” tandasnya. (Mit)

banner 350x350 banner 350x140