Press Release Hari Kesiapsiagaan Bencana

oleh -

 

Setiap tanggal 26 April diperingati sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana, berawal dari inisiasi BNPB tahun 2017 lalu yang bertujuan untuk membudayakan latihan secara terpadu, terencana dan berkesinambungan guna meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menuju Indonesia Tangguh Bencana.

banner 740x140

Biasanya peringatan dengan menggelar simulasi serentak, Hari Kesiapsiagaan Bencana 2020 diperingati berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hari Kesiapsiagaan Bencana tahun ini kita berfokus terhadap kegiatan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Karena sesungguhnya bencana tidak hanya bencana yang disebabkan oleh alam, tetapi bencana juga bisa disebabkan oleh faktor non alam, seperti wabah corona saat ini.

Untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona dilakukan dengan cara tetap bekerja sesuai ketentuan, belajar, beribadah serta beraktivitas di rumah. Tetap menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan memakai masker apabila berada di luar rumah.

Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir serta tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut.

Di bulan suci Ramadhan ini jadikan sebagai momentum untuk menekan angka penyebaran. Perlu adanya disiplin dan kesadaran masyarakat agar virus corona hilang dari Indonesia.

Kita harus meningkatkan disiplin pribadi dan meningkatkan kesadaran kolektif serta bergotong royong untuk memutus mata rantai penularan.

Pemerintah Kota Pekalongan sejak Maret lalu telah membentuk gugus tugas percepatan penanganan covid 19 dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, mulai dari penyemprotan disinfektan secara berkala di tempat ibadah, tempat layanan publik, sekolah, perbankan dan seluruh area pemukiman masyarakat hingga sekarang. Kampanye gerakan hidup bersih sehat, gerakan membagi ribuan dan menggunakan masker, menyediakan fasilitas layanan singgah bagi masyarakat yg siap diisolasi, hingga pembatasan kerumunan dan upaya lain termasuk penyiapan layanan kesehatan.

Melalui gerakan menggunakan masker ini sesungguhnya sebagai langkah efektif mencegah penularan memutus mata rantai covid 19 karena sampai dengan saat ini masih banyak masyarakat yg bepergian tidak menggunakan masker, padahal sebagian besar penularan corona menurut WHO melalui droplet yakni meninggalkan cairan pada saat batuk, bersin, berbicara sehingga penting gerakan wajib masker kita terus kampanye kan selain upaya lainnya sebagaimana yg telah disebutkan diatas. (*)