Pola Kanal Informasi Pemkot Diapresiasi Di Asia Pacific Cities Summit Mayor’s Forum

oleh -68 views
banner 340x110 banner 340x150

Kota Pekalongan – Pola kanal informasi kepada masyarakat langsung yang dilakukan Pemerintah Kota Pekalongan mendapatkan apresiasi dan sambutan yang luar biasa di Asia Pacific Cities Summit Mayor’s Forum. Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Pekalongan H.M Saelany Machfudz saat acara safari sholat subuh berjamaah bersama Wali Kota dan Wakil Walikota Pekalongan di mushola AL Asy-Ari, Kelurahan Podosugih, Kecamatan Pekalongan Barat, Sabtu (13/7).

Wali Kota menuturkan bahwa dihadapan Delegasi Kota-Kota Asia Pasifik pihaknya menyampaikan kegiatan-kegiatan yang dilakukan Pemerintah dalam menjalin hubungan dan komunikasi yang baik kepada masyarakatnya seperti safari subuh berjamaah, Ngaji bareng dengan ulama dan umaro, sepeda sehat K3 dan lainya. “ Ya jadi pertemuan Wali Kota Asia Pasifik di Brisbane, australia itu yang dibahas salah satunya isu bagaimana pemerintah mendekatkan warganya yang egoistis, mereka banyak memakai dengan smartphone, tetapi dengan smartphone ternyata banyak kelemahan. Meskipun bisa mendapatkan banyak informasi tapi sebagaian bisa saja hoax, tanpa alamat dan sebagainya,” terang Wali Kota.

banner 740x140

Wali Kota Saelany melanjutkan bahwa dengan face to face atau bertemu langsung dengan masyarakat maka suasana menjadi cair. Masyarakat dapat bertemu langsung dengan pejabat-pejabat Pemerintahan dan menyampaikan secara langsung permasalahan-permasalahan yang dihadapi maupun memberikan saran dan masukan terkait pembangunan di Kota Pekalongan. “ Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Pekalongan ini menjadi hal yang sangat menarik dalam pertemuan Asia Pacific Cities Summit Mayor’s Forum, karena di luar negeri tidak dapat dilakukan, apalagi dapat menghadirkan pejabat pemerintahan minimal seminggu sekali untuk berkomunikasi dengan masyarakat seperti disini,” tambahnya.

Wali Kota berharap pola ini menjadi role model bagi Kota Kota Asia Pasifik untuk secara berkala dapat berhadapan langsung dengan masyarakatnya.” Kebetulan di Indonesia kan religius sehingga bisa untuk membuka ruang informasi pemerintah, mereka bisa memakai ini tapi mungkin bisa mencari pola yang lain,“ pungkasnya. (*)

banner 350x350 banner 350x140