Pemkot Bongkar Pranggok Tepi Sungai

oleh -

Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan semakin membuktikan keseriusannya dalam mengurangi dampak banjir dan rob yang melanda Kota Pekalongan. Pada hari ini, minggu (28/01) Pemkot Pekalongan dengan dipimpin oleh Sekretaris Daerah Sri Ruminingsih kerahkan puluhan anggota Satpol PP untuk swiping setiap yang menghambat aliran sungai di sungai bremi. Salah satunya adalah Pranggok (tempat produksi batik) yang berdiri di tepian bahkan diatas sungai bremi. Dan pranggok tersebut pun dibongkar.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa Walikota Pekalongan Saelany Machfudz didampingi sekda Pekalongan sudah melakukan peringatan kepada pemilik pranggok untuk merapihkan serta membersihkan area pranggok tersebut saat kegiatan bersih-bersih sungai. Sebab selain limbah yang dihasilkan sangat mencemari sungai, kontruksi pranggok tersebut juga menghambat aliran sungai karena berdiri diatas perairan.
“Njenengan kok bisa betah sekali bekerja dengan keadaan kumuh seperti ini,” Kata Walikota kepada pekerja pranggok sambil menunjuk titik-titik kekumuhan di pranggok tersebut, kamis (18/01) lalu.
Walikota juga menegaskan kepada pemilik pranggok untuk merapihkan area tersebut, termasuk tempat jemuran kain batik yang kontruksinya berdiri diatas perairan sungai. Sebab dirasa dapat menghambat aliran sungai.
“Pokoknya kalau seminggu kami kesini tapi belum juga dirapihkan, maka akan kami bongkar,” tegas Saelany.
Hingga agenda bersih-bersih sungai pada Sabtu (27/01) kemarin, area tersebut pun masih dijumpai dalam keadaan kumuh. Dan Sekretaris Daerah Sri Ruminingsih pun mengerahkan puluhan anggota Satpol PP untuk menertibkan kawasan tersebut, dan pranggok yang berdiri diatas sungai tersebut pun dibongkar.
“Kami sudah peringatkan sebelumnya, tapi belum juga ada upaya dari pemilik pranggok,” kata Sekda.
Ia melanjutkan bahwa dalam menjaga lingkungan khususnya kebersihan sungai ini perlu adanya kerjasama yang sinergi baik dari pihak pemerintah Kota, Forkompinda, hingga masyarakat secara umum.
“Upaya menjaga lingkungan khususnya sungai, yang saat ini kami nilai berkontribusi besar terhadap adanya bencana banjir dan rob yang melanda kota Pekalongan, tentunya tanggung jawab bersama. Bukan hanya tanggunga jawab tim kebersihan sungai saja. Akan tetapi keterlibatan masyarakat untuk bersama-bersama menjaga kebersihan sungai tersebut sangatlah penting. Jika sungai kita bersih, maka enceng gondok tidak akan tumbuh subur di perairan sungai, dan ketika banjir datang pun akhirnya akan cepat surut juga” lanjut Sekda. (*)