KSP Jaya Makmur Digugat Nasabah

oleh -
banner 340x110 banner 340x150

KLATEN,-Dengan didampingi kuasa hukumnya, Sri Handayani warga Desa Geblegan, Kecamatan Kalikotes,Kabupaten Klaten ajukan gugatan terhadap Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Jaya Makmur di Pengadilan Negeri (PN) Klaten, Senin(21/1/2019)siang. Dimana KSP Jaya Makmur tersebut diduga telah bubar atau tutup.

Sri Handayani sendiri selaku nasabah KSP Jaya Makmur cabang Pasar Gentongan, Kalikotes, Klaten telah menabung sebanyak Rp6, 7 juta yang terdiri dari  Rp1,7 juta berbentuk tabungan dan  Rp5 juta dalam bentuk diposito.

banner 740x140

Diketahui, keseharian, Sri Handayani adalah sebagai pedagang sayur. Ia menabung sejak anaknya kelas 1 (satu) sekolah dasar  (SD)hingga kini anak tersebut sudah kelas enam SD. Namun, untuk mendapatkan uang tabunganya kembali, status KSP Jaya Makmur sendiri tidak jelas keberadaannya.

“Koperasi tersebut sekarang dimana saya tidak tahu. Saya mengiginkan uang sebanyak Rp6 juta itu kembali, sebab uang tersebut saya mengumpulkannya bertahun tahun,”kata Sri Handayani kepada wartawan, di PN Klaten,Senin(21/1/2019).

Sementara itu, kuasa hukum dari Sri Handayani, yakni Henry Indraguna mensinyalir koperasi tersebut sudah bubar, lantaran tidak mau bertanggungjawab dengan nasabahnya.

“Ini sangat disayangkan, Sri Handayani ini adalah pedagang sayur mengumpulkan uangnya untuk masa depan anaknya. Namun, uang tersebut malah hilang karena koperasi telah tutup,”kata Henry.   

Henry meminta kepada Pengadilan Negeri Klaten untuk mempersiapkan sidang terhadap Sri Handayani.  

“Dalam waktu dekat saya juga akan mengecek polres, terkait laporan yang diajukan dari Sri Handayani beberapa bulan yang lalu. Ya, sudah ditindaklanjuti atau belum, kami akan kroscek juga,”kata Henry lagi.   

Dalam gugatan nanti, kuasa hukum dari Sri Handayani akan menggugat inmaterialnya sebesar Rp 1triliun dan apabila dimenangkan uang tersebut bakal disumbangkan terhadap masyarakat di Klaten. Hal tersebut, untuk memberikan efek jera terhadap koperasi Jaya Makmur itu.

“Biar jera, kami gugat inmaterialnya Rp 1 triliun. Kalau dimenangkan akan kami sumbangkan masyarakat di Klaten,”pungkasnya. (*)

banner 350x350 banner 350x140