Kospin Jasa Sumbang 100 Juta Untuk Masyarakat Via P2SE

oleh -

PEKALONGAN – Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) Jasa kembali peduli dan berbagi ditengah wabah virus Covid 19. Kali ini, Kospin Jasa sumbangkan dana sebesar 100 juta melalui Pekalongan Peduli Sosial Ekonomi (P2SE). “Alhamdulillah kami bisa partisipasi dalam kegiatan bakti sosial yang dilakukan P2SE,” ungkap Kabag Humas Kospin Jasa Noor Akwan Kamis (23/4)
Dengan ikut sertanya Kospin Jasa dalam kegiatan tersebut, P2SE hingga Kamis (23/4) sudah terkumpil dana 571.900.000. Adapun donator lainnya anatar lain PT Unggul Jaya, ASN, Bank BPR dan Unikal. Ketua P2SE Suryani mengatakan sebagai langkah awal, pihaknya mengumpulkan 23 pemilik kios untuk dijadikan mitra penyaluran bantuan.
Suryani menjelaskan bahwa prinsip yang dikembangkan P2SE yakni ingin memberdayakan usaha kecil menengah (UKM)l agar tetap berdaya di tengah pandemi ibu. “Mitra ini sekaligus menjadi tangan panjang kami dalam memberikan donasi melalui kios. Teknisnya sebanyak 4.000-5.000 voucher yang disertai nama, NIK, No KK, dan waktu pengambilan ini akan ditukarkan dengan paket sembako di kios mitra P2SE,” papar Suryani.
Untuk penyerahan voucher ini akan diterjunkan relawan seperti mahasiswa untuk datang dari rumah ke rumah bertemu dengan orang yang sesuai dengan keterangan di voucher. “Sasaran tahap pertama ini yakni sesuai data kemiskinan dari Dinsos-P2KB Kota Pekalongan sejumlah 9.000. Tahap pertama ini baru dapat kita salurkan kepada masyarakat miskin, untuk yang terkena PHK dan sebagainya belum. Kita berupaya untuk transparan dan tepat sasaran,” tandas Suryani.
Sementara itu, Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz menekankan bahwa dalam pengambilan paket sembako di kios mitra, masyarakat tak boleh berbondong-bondong, tetap jaga jarak sosial. Selanjutnya untuk kios mitra P2SE juga diminta ikut membina masyarakat, seperti hanya melayani yang mengenakan masker,” jelas Saelany.
Menurut Saelany program dari P2SE ini sangat luar biasa karena melibatkan pelaku UKM. “Semoga program lainnya dapat menggandeng para bakul. Ketika mengambil paket sembako di kios, masyarakat penerima dapat membeli kebutuhan lainnya di kios tersebut,” pungkas Saelany. (*)