Korban Balon Udara ; Bukan ditiadakan, Harus Ada Solusi

oleh -

PEKALONGAN – Pro kontra soal balon udara, Mantan Sekda Kota Pekalongan Dwi Ari Putranto ikut berpendapat. Tokoh masyarakat yang garasi rumahnya jadi korban balon udara tersebut mengaku memaafkan para pembuat dan pelepas balon udara.

Menurut Ari, kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar kedepan tidak terulang lagi. “Ya, mereka masih anak-anak dan kami maafkan, semoga kedepan tidak terulang lagi,” katanya kepada ISP Senin (3/7).

banner 740x140

Lebih lanjut Ari menyatakan pihaknya mendukung tradisi penerbangan balon udara tetap dilestarikan sepanjang tidak merugikan semua pihak dan bisa menjadi daya tarik warga di hari syawalan. “Saya mendukung tradisi tersebut namun harus diatur sebaik mungkin. Misalnya, balon terbang maximal dibawah area pesawat melintas. Jadi ada pengukuran sebelumnya, berapa besar ukuran balon yang tidak mengganggu lalu lintas pesawat. Juga balon harus warna warni sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi warga bahkan kemungkinan untuk menjadi wisata tersendiri bagi masyarakat luar Kota Pekalongan. Yang jelas jangan sampai ada petasan di balon udara tersebut,” kata Ari.

Pihaknya optimis, bila semua pihak duduk bersama mencari solusi untuk tradisi pelepasan balon udara akan ada titik temu. “Saya juga optimis Pemkot mampu memberikan solusi konkrit untuk hal tersebut,” tandas Ari.

Ditempat yang sama, Ketua DPD KNPI Kota Pekalongan A Hendri Setiawan  mendukung pemikiran dari mantan sekda tersebut. “Memang harus dicarikan solusi, kalau perlu digelar festifal balon udara saat syawalan. Namun tetap mengikuti aturan yang ada yakni tidak sampai mengganggu lalu lintas pesawat dan tanpa pake mercon.” (*)

banner 340x110