Komisi B Minta Stasiun Kereta Api Tambah Alat Pengukur Suhu

oleh -

 

Pekalongan – Mengingat Stasiun merupakan pintu keluar masuk orang di Kota Pekalongan dengan intensitas yang cukup besar. Komisi B beserta jajarannya melakukan pengecekan ke lokasi terkait penanganan PT KAI selama pandemi covid19 ini dan kesiapan jelang arus mudik 2020 pada Sabtu malam (18/4).

banner 800x611

“Alhamdulillah PT KAI sudah lebih sigap dan Preventif dalam pencegahan penularan covid19 ini. Bahkan tadi dari PT KAI ada kebijakan pengembalian uang tiket 100% kepada penumpang apabila ketika pengecekan suhu tubuh ternyata melebihi batas normal, artinya ini merupakan bentuk keseriusan PT KAI sebagai bentuk pelayanan sekaligus kepedulian dan keseriusan dalam menghadapi pandemi Covid19 ini.” Tutur Abdul Rozak, S.IP selaku ketua Komisi C DPRD Kota Pekalongan.

Pak Tri selaku Wakil Kepala Stasiun Kota Pekalongan mengaku PT KAI berupaya semaksimal mungkin dalam ikut serta pencegahan penyebaran Covid19 di Kota Pekalongan. “Kami dari PT KAI senantiasa berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang, memberikan kenyamanan dan keamanan terhadap penumpang dari wabah Covid19 ini. Mulai dari pintu masuk sudah kami sediakan sabun cuci tangan, Hand Sanitizer, spanduk himbauan kesehatan di setiap sisi tujuannya agar masyarakat teredukasi, penumpang wajib memakai masker, dan pengembalian uang tiket 100% ketika penumpang itu tidak memenuhi standart kesehatan. Beberapa kebijakan itu kita laksanakan sebagai upaya memberi keamanan dan keselamatan penumpang sekaligus upaya memutus mata rantai covid19 di Kota Pekalongan.” Ungkap Pak Tri

Abdul Rozak menyarankan agar kedepan lebih diperketat lagi di pintu keluar stasiun, agar lebih akurat dan tidak ada yg lolos. “Kami menyarankan agar nantinya kedepan jelang arus mudik, lebih diperketat lagi penjagaannya, terutama di pintu keluar. Karena, pemudik yang turun di Kota Pekalongan ini sangat berpotensi membawa Covid19. Harus benar benar tercover pengecekannya dan jangan sampai lolos, bisa dengan penambahan tenaga, alat cek suhu, dan lainnya yang dirasa dibutuhkan. Nantinya apabila dibutuhkan tenaga tambahan baik dari TNI, Polri, tenaga medis, nanti kami dari komisi B akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Nanti di bulan Puasa akan kembali kita pantau, semoga aman terkendali. Tentunya harapan kita bersama bahwa Covid19 ini dapat segera teratasi agar kita bisa beraktifitas kembali seperti biasanya.” imbuh Rozak.(*)