Ketika Siklus Tak Bisa Dilawan

oleh -

Ada hal menarik dalam perhelatan Pilkada langsung di Kota Pekalongan. Dari catatan dan data yang dimiliki redaksi infosekitarpekalongan (ISP) soal hasil Pilkada di Kota Pekalongan dapat disimpulkan adanya siklus yang unik. Dimana Calon dari Partai Pemenang Pemilu selalu tumbang di Pilkada tahun ganjil dan jika Pilkada dilakukan di tahun genap Partai Pemenang Pemilu selalu keluar sebagai pemenang. Beirkut daftarnya :

  1. Tahun 2004 : PPP ditetapkan sebagai Pemenang Pemilu di Kota Pekalongan dan mencalonkan Timur-Urip di Pilkada 2005. Hasilnya Calon dari PPP tumbang.
  2. Tahun 2009 : Golkar ditetapkan sebagai Pemenang Pemilu di Kota Pekalongan dan mencalonkan Basyir-Alex dalam Pilkada 2010. Hasilnya Calon dari Partai Golkar menang
  3. Tahun 2014 : Golkar ditetapkan sebagai pemenang Pemilu di kota Pekalongan dan mencalonkan Herry-Tulis dalam Pilkada 2015. Hasilnya Calon dari Partai Golkar tumbang.
  4. Tahun 2019 : Golkar ditetapkan sebagai pemenang Pemilu di Kota Pekalongan dan mencalonkan Balgis-Mahrus dalam Pilkada 2020. Hasilnya Calon dari Partai Golkar menang????

Melihat konstelasi Pilkada 2020 di Kota Pekalongan, Balgis-Mauhrus diusung oleh Golkar dan PKB nampaknya tiada lawan. Kemungkinan besar menjadi calon tunggal, tentunya tinggal nunggu pelantikan karena otomatis lawannya adalah kotak kosong.

banner 740x140

Apalagi dari penelusuran ISP, 1/1 partai justru merapat ke koaliasi Golkar-PKB. Bila memang demikian adanya, maka boleh dikatakan untuk Pilkada Kota Pekalongan :  “Siklus, Memang Tak Bisa Dilawan”. (*)