Kenang Perjuangan 3 Oktober, Para Onthelers Ngontel Jlamprangan

oleh -
banner 340x110 banner 340x150

 

Kota Pekalongan – Dalam rangka mengenang Perjuangan 3 Oktober di Kota Pekalongan, Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Kota Pekalongan Ngonthel Jlamprangan (Jelajah Alam Mengenang Perjuangan Rakyat Pekalongan). Rombongan ngonthel dilepas oleh Wakil Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, SE, bertempat di Pendopo Nusantara Alun-Alun Kota Pekalongan, Minggu (6/10/2019).

banner 740x140

Wakil Walikota yang akrab disapa Aaf tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurut Aaf, selain dapat meningkatkan tali silaturahmi antar pecinta sepeda tua (onthelers) antar daerah, juga dapat memberikan semangat mengilhami nilai-nilai kejuangan rakyat Pekalongan dulu pada peristiwa pertempuran 3 Oktober 1945 silam.

“Peristiwa Pertempuran 3 Oktober di Kota Pekalongan menjadi moment bersejarah yang penting dan patut dikenang oleh segenap lapisan masyarakat Pekalongan khususnya, pasalnya pada hari itu telah terjadi perlawanan masyarakat setempat mengusir penjajah di Kota Pekalongan dengan senjata seadanya menggunakan bambu runcing, para pendahulu kita banyak yang gugur dalam peristiwa tersebut demi memperebut kemerdekaan yang hasilnya kita nikmati saat ini,” ungkap Aaf.

Disampaikan Aaf, sebagai generasi penerus bangsa, baik tua dan muda harus tetap semangat menjalankan aktivitas-aktivitas kegiatan positif seperti dalam bidang olahraga, seni, dan budaya.

“Saya lihat pesertanya ini banyak dari anak muda dan bahkan orangtua berkumpul disini dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini sangat positif sekali, Saya sangat apresiasi dan bangga mereka masih semangat bersepeda bersama sembari napak tilas tempat-tempat wisata maupun tempat bersejarah di Kota Pekalongan ini,” tutur Aaf.
Ketua Pelaksana Kegiatan Ngonthel Jlamprangan, Harry Kusuma, mengungkapkan bahwa kegiatan ngonthel bersama ini dengan rute start dan finish di Pendopo tersebut memang rutin diadakan setiap tahunnya dengan tema yang berbeda-beda.

“Kami Onthelers akan bergowes bersama se-Nusantara mengelilingi Kota Pekalongan start dari Pendopo Alun-Alun menuju wisata-wisata yang ada di Kota Pekalongan seperti Pantai Pasir Kencana, Pusat Informasi Mangrove (PIM) Pekalongan dan sebagainya. Kegiatan ngothel bersama ini tidak hanya diikuti oleh peserta dari dalam kota Pekalongan saja, melainkan banyak dari onthelers daerah lain se-Indonesia diantaranya dari Brebes, Indramayu, Pemalang, Tegal, Jepara, Jember dan sebagai dengan total peserta hampir seribu orang,” jelas Harry.

Harry menambahkan, selain kegiatan ngonthel bersama, kegiatan ini juga diramaikan dengan pameran sepeda tua, seminar sepeda tua, bazar klitikan/aksesoris sepeda tua, pengukuhan pengurus Kosti Kota Pekalongan, Explore komunitas Kota Pekalongan, hiburan malam (all komunitas Kota Pekalongan), konvoi sepeda tua yang digelar selama dua hari, 5-6 Oktober 2019.

“Kami ingin mengangkat 3 Oktober di Kota Pekalongan agar senantiasa dikenang dan diketahui masyarakat umum seperti rutinitas tahunan di Monumen Djoeng. Banyak diantara mereka memakai kostum yang unik seperti kostum perjuangan, pakaian daerah, kostum spiderman, dengan membawa sepeda tua kesayangan mereka dilengkapi aksesoris sepeda tua menarik lainnya. Kami ingin menyampaikan pesan bahwa jangan sesekali melupakan sejarah perjuangan rakyat kita sendiri, dan sebagai generasi penerus bangsa harus senantiasa mengenang, selain itu juga kami ingin mengenalkan potensi-potensi wisata Kota Pekalongan kepada onthelers dari daerah-daerah lain agar Kota Pekalongan semakin dikenal masyarakat luas,” papar Harry.

banner 350x350 banner 350x140