Jamu Cegah Diabetes

oleh
banner 340x110 banner 340x150

Jamu telah menjadi alternatif pencegahan penyakit dan memiliki segudang manfaat bagi tubuh. Bahan yang digunakan alami sehingga ramah bagi tubuh, bahkan dapat meningkatkan kebugaran fisik/tubuh. Pusat Saintifikasi dan Pelayanan Jamu (PSPJ) Dinas Kesehatan Kota Pekalongan selalu mengembangkan produk jamu.

Pada Peringatan Hari Diabetes Sedunia yang jatuh pada Rabu (14/11) ini memberikan kesadaran bagi masyarakat untuk selalu berperilaku hidup bersih dan sehat. PSPJ Kota Pekalongan mengajak masyarakat untuk menggalakkan budaya minum jamu untuk meningkatkan kebugaran tubuh atau fisik. Terkait dengan pengobatan diabetes, Klinik Saintifikasi Jamu PSPJ memiliki produk jamu rebusan berbahan sambiloto dan brotowali sebagai obat diabetes.

banner 740x140

Saat ditemui di PSPJ, Dokter Klinik Saintifikasi Jamu, dr Akhmad Ismail menyampaikan bahwa banyak jamu yang telah diteliti di Kemenkes seperti jamu diabetes, jamu hipertensi, dan jamu lainnya. “Untuk jamu diabetes berasal dari sambiloto dan brotowali rebutan yang rasanya sangat pahit. Ini menjadi tantangan agar produk jamu dapat dibentuk kapsul sehingga lebih praktis dikonsumsi,” ungkap Ismail.

Dikatakan Ismail, ke depannya PSPJ akan berusaha mencari inovasi kemasan dalam bentuk kapsul. Kemudian untuk klinik saintifikasi jamu ini pasien dilayani sesuai dengan keluhan, jadi tiap pasien resepnya berbeda.

“Saat ini penderita diabetes tak hanya kalangan lansia tapi banyak anak muda juga memiliki kecenderungan gula darah tinggi. Saya mengimbau kepada para penderita diabetes atau yang mempunyai gejala diabetes untuk mengurangi makan dan kalori, kemudian harus meningkatkan aktivitas fisik. Saya berharap jumlah penderita diabetes di Kota Pekalongan semakin berkurang, tentunya terus melakukan pencegahan dan pengobatan melalui jamu,” tukas Ismail.

banner 340x140 banner 340x140