Imad dan 47 Kelurahan

oleh -
banner 340x110 banner 340x150

Blunder kebijakan penggabungan kelurahan di Kota Pekalongan yang dilakukan pada masa mantan walikota dr. Basyir Ahmad mestinya jadi pertanyaan mendasar saat ini. Kenapa janji kampanye Walikota Saelany saat Pilkada untuk mengembalikan 47 kelurahan di Kota Pekalongan hingga saat ini belum ditunaikan?

Sebagai catatan penting mulai tahun 2019 ini pemerintah pusat telah memutuskan adanya dana kelurahan dalam skema APBN sebagai dana penyeimbang dari program dana desa yang telah digulirkan sebelumnya. Dengan 27 kelurahan hasil penggabungan saat ini bukankah Kota Pekalongan akan lebih kecil penerimaan alokasi dananya jika dibandingkan dengan 47 kelurahan yang lama sebelum penggabungan? Warga masyarakat jelas akan sangat dirugikan dan terdampak dari proses kebijakan ini.

banner 740x140

“Saya Muhammad Imaduddin, Caleg DPRD Kota Pekalongan dapil 4 Pekalongan Selatan nomor urut 4, Partai Persatuan Pembangunan. Izinkan jika saya mendapatkan amanah dan mandat dari rakyat pada Pemilu 2019 untuk menjadi anggota DPRD Kota Pekalongan. Saya akan menggunakan hak inisiatif saya sebagai anggota DPRD untuk mendesak walikota segera merealisasikan kembalinya 47 kelurahan dan segera mengajukan hal tersebut ke Kementerian Dalam Negeri.:

Pemilu adalah jalan perubahan menuju kebaikan yang melibatkan suara masyarakat secara langsung. “Dukung dan bantu saya.” demikian seperti yang diunggah Imaduddin dalam status FB nya. (*)

banner 350x350 banner 350x140