Hari Amal Bakti, Momen ingatkan pentingnya jaminan hak beragama

oleh
banner 340x110 banner 340x150

Pekalongan- Walikota Pekalongan H.M Saelany Machfudz bertindak sebagai inspektur upacara peringatan hari Amal Bhakti Ke 73 Kementrian Agama, di MAN 1 Pekalongan, Kamis (3/2).

Dalam Memperingati hari bersejarah dalam kesederhanaan, keprihatinan, dan kepedulian untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena dampak dari peristiwa alam di beberapa wilayah, seperti di Lombok, Palu, Banten dan Lampung. ” Seluruh bangsa Indonesia merupakan satu kesatuan dalam derita dan bahagia, dalam sukacita maupun dukalara,” terang Walikota dalam amanatnya yang membacakan sambutan dari Kementrian Agama.

banner 740x140

Tujuh puluh tiga tahun silam, pada 3 Januari 1946 Pemerintah membentuk Kementerian Agama sebagai bagian dari perangkat kehidupan bernegara dan berpemerintahan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berdirinya Kementerian Agama adalah untuk menjaga dan memelihara, sekaligus mengembangkan kualitas pendidikan keagamaan masyarakat kian naik peringkat agar terus terjaga kerukunan hidup antarumat beragama yang kian rekat. ” Melalui peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama, kita diingatkan kembali arti pentingnya jaminan hak beragama dalam pelaksanaan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, terutama sila Ketuhanan Yang Maha Esa pada Pembukaan dan pasal 29 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia,” tambahnya.

Sejalan dengan tema Hari Amal Bakti Kementerian Agama tahun ini, yaitu “Jaga Kebersamaan Umat”, Walikota mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama dan semua elemen bangsa untuk senantiasa menebarkan energi kebersamaan, merawat kerukunan, dan menempatkan diri diatas kepentingan golongan di tahun politik sekarang ini. ” Mari jaga kebersamaan, keutuhan sesama anak bangsa. Kita hindari segala ujaran, perilaku, dan sikap yang bisa menimbulkan luka bagi sesama saudara
Jauhi saling menebar benci, saling melempar fitnah keji, saling menyuburkan penyakit hati, dan saling melukai hati antarsesama anak negeri,” tuturnya.

Memasuki Tahun 2019, enam sasaran strategis program Kementerian Agama telah digariskan, yakni meningkatnya kualitas kehidupan umat beragama, meningkatnya harmoni sosial dan kerukunan umat beragama, meningkatnya kualitas pelayanan keagamaan, meningkatnya akses layanan pendidikan, meningkatnya mutu pendidikan agama dan keagamaan, dan peningkatan kualitas tatakelola pembangunan bidang agama.
” Enam sasaran tersebut harus tercermin dalam program kerja pusat dan daerah. Disamping itu, pembinaan toleransi dan kerukunan antar-umat beragama, pengembangan moderasi beragama dan pembangunan akhlak bangsa perlu disuarakan lebih nyaring di ruang-ruang publik. Toleransi beragama dapat dimaknai sebagai sikap menghormati dan menghargai atas perbedaan yang ada pada pihak lain,” sambungnya.

Menurut Walikota Peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama membawa pesan untuk mewujudkan supremasi nilai-nilai ke-Tuhanan dan keagamaan sebagai ruh pembangunan dan kemajuan bangsa. “Masalah agama adalah masalah yang amat peka yang bila tidak ditangani dengan hati-hati dapat menimbulkan persoalan yang rumit. Oleh karena itu pentingnya kematangan cara berpikir dan bertindak dalam mengelola urusan keagamaan, menjaga kerukunan beragama serta mendorong pembudayaan moderasi beragama bagi semua warga bangsa,”
Pungkasnya. (*)

banner 340x140 banner 340x140