Ganti Rugi dinilai Merugikan, Warga Krapyak Adukan Nasib ke DPRD

oleh -
banner 340x110 banner 340x150

PEKALONGAN – Warga Krapyak Gang Mahakam mendatangi Kantor DPRD Kota Pekalongan Rabu (2/10).
Kedatangan Mereka diterima diruang Wakil Ketua DPRD Nusron Hasa.
Dihadapan Pimpinan DPRD, juru bicara warga menyampaikan keluhan adanya pembebasan tanah di Krapyak oleh Pemkot Pekalongan dengan nilai dibawah harga umum.
Bahkan awalnya Pemkot Pekalongan hanya memberikan harga 230 ribu / meter. “Kami jelas menolak dengan ganti rugi yang sangat merugikan warga,’ kata Yuli.
Ditambahkan , setelah adanya protes dari warga Pemkot Pekalongan melalui Sekda mengundang warga untuk Rembugan. “Dari hasil Rembugan muncul ganti rugi antara Rp 290 ribu hingga Rp 460 ribu/ meter. Namun berdasarkan tim Appraisal yang diinisiasi warga keluar harga Rp. 600 ribu/meter,” kata dia.
Nah, disitulah muncul ancaman jika warga menolak masalah ini bakal dibawa ke Pengadilan. “Kata kata pengadilan itulah membuat warga panik, hingga akhirnya kami mengadu ke DPRD,” tandasnya.
Mendengar keluhan warga, Nusron mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan hubungi Sekda dan juga DPUPR agar hal ini dibicarakan kembali. “intinya pembangunan jangan sampai merugikan rakyat,” tegas Nusron.
Kabid Penataan Ruang, Jasa Konstruksi dan Pertanahan DPUPR Khaerudin mengatakan
pembebasan lahan warga adalah untuk pembangunan penataan Sepadan Kali Loji Krapyak. “Awalnya warga memang tidak setuju, namun sekarang sudah selesai dengan adanya kenaikan harga,” katanya.
Dia membantah ada ancaman pada warga. ‘Bukan ancaman, tapi sesuai UU No.2 th 2012 ttg Pengadaan Tanah bagi Kepentingan Umum ada mekanisme spt itu. Tapi tu jalan terakhir bila musyawarah tidak mencapai kata sepakat.”

banner 350x350 banner 350x140