Duskusi Cafe Jagad : Antara Santri, Kopi dan Rokok

oleh -

PEKALONGAN- Hubungan antara Santri, Kopi dan Rokok dibahas tuntas dalam Diskusi di Cafe Jagad Buaran Sabtu (19/12).
Tampil sebagai nara sumber KH Hasan Suaidi dihadiri puluhan santri pecinta Kopi.
Menurut Kiai Hasan bahwa Santri merupakan sekelompok masyarakat yang sangat mampu bertahan dalam tiap situasi dan kondisi.
Sehingga dapat dikatakan jika santri merupakan orang-orang yang tahan banting dalam jalani hidup.
Disisi lain Santri juga tak bisa dilepaskan dengan yang namanya kopi dan rokok.
“Kopi memang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan Santri. Pun halnya dengan rokok. Memang tidak semua santri suka kopi dan rokok, namun mayoritas adalah penikmat kopi sekaligus rokok.
Kendati Santri identik dengan kopi dan rokok, namun sejauh ini tak ada anjuran untuk merokok.”
ungkap KH Hasan.
Sedangkan Kopi, kata dia, sejatinya minuman yang sangat menyegarkan bagi tubuh jika tanpa gula. Meskipun di campur gula, komposisi nya harus tepat,” katanya.
Soal Rokok, KH menyampaikan bahwa ulama berbeda pendapat soal hukumnya. Ada yang berpendapat makruh dan ada pula yang haram dan juga menghalalkan.
“Perbedaan pendapat tentang kopi dan rokok di antara para ulama menunjukkan jika, kebenaran dalam perkara yang berpeluang untuk ijtihad adalah relative, penyikapan terhadap perbedaan harus didasari kedewasaan, dan ini telah diajarkan oleh ulama-ulama kita dahulu, kalaupun berbeda mereka tetap menghargai perbedaan itu,” ujarnya. (*)

banner 340x110