Bursa Calon Bupati Kabupaten Pekalongan Mulai Menghangat

oleh -814 views
banner 340x110 banner 340x150

PEKALONGAN – Meski masih beberapa bulan lagi menuju Pikada langsung di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah namun publik mulai membicarakan calon yang digadang akan memimpin di Kota Santri ini lima tahun kedepan. Salah satu tokoh yang ramai dibicarakan untuk maju menjadi G1 tidak lain Asip Kholbihi politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa yang sekarang menjabat sebagai Bupati Kabupaten Pekalongan diduga kuat akan maju lagi untuk mencalonkan diri sebagai calon bupati tahun 2020 nanti, namun belum ada keterangan resmi baik dari partai pendukung maupun dari mantan ketua DPRD Kabupaten Pekalongan yang dua kali menjabat ini.
Sementara itu, untuk calon wakil bupati salah satu yang ramai dibicarakan publik untuk maju mendampingi petahana yakni Candra Saputra di medsos dan perbincangan sejumlah warga kota santri nama politisi PAN yang meraih suara terbanyak dalam pemilihan Caleg pada bulan April lalu ini digadang bakal maju meramaikan bursa calon diKabupaten Pekalongan, bahkan beberapa kali terlihat Candra terlihat akbrab dengan Bupati Pekalongan dan jajaran elit politik PKB. Meski demikian saat di konfirmasi tentang hal ini Candra Saputra mengaku masih belum memikirkan tentang hal itu, “saya pribadi masih mengalir saja, masih fokus untuk menjalankan amanah sebagai wakil rakyat mewakili dapil 3 Kabupaten Pekalongan dan belum berpikir kearah sana,” jawab Candra saat di konfirmasi tentang hal ini di kediamannya kemarin. Saat di desak apakah akan maju jika ada tokoh yang “meminangnya” untuk menjadi orang no dua di kabupaten Pekalongan, Candra mengatakan selama demi kebaikan umat politisi Partai Amanat Nasional ini mengaku siap. “Jabatan itu suatu amanat yang sangat berat, namun jika memang saya didaulat rakyat kabupaten Pekalongan untuk kesana Insya Allah, saya siap,” jawabnya sambil tersenyum.
Dikonfirmasi melalui ponselnya Ketua DPC PKB Kabupaten Pekalongan H Bisri Romli mengatakan pihaknya belum berani memberikan jawaban karena belum melakukan Musker, “kalau saya belum berani berkomentar tentang hal ini karena belum melakukan Musker, kami akan melakukan penyerapan suara masyarakat dulu apakah mereka puas dengan kepemimpinan bupati saat ini. Jika tingkat kepuasan mencapai 70 persen saya kira bukan tidak mungkin Asip kembali di calonkan,” paparnya. “Kita menyerap aspirasi masyarakat kan tidak harus semua, gimana jajaran NU dan Muhammadiyah apakah mereka puas dengan kepemimpinan Bupati saat ini,” lanjutnya. Ditanya tentang tokoh dari Muhammadiyah yang ramai di gadang bakal menjadi orang no dua yakni Candra Saputra, H Bisri mengelak “coba mas Candranya ditanya dulu bagaimana beliau, kalau saya ekspestasinya macam-macam ada berita langit, ada berita demit,” guraunya. Ditambahkan dia masih menunggu hasil dari berbagaai elemen untuk menentukan pasangan calon yang akan maju sebagai calon bupati dan calon wakil bupati tahun 2020 nanti. (Mit)

banner 350x350 banner 350x140