Bukan Hilang, Cuma Pisah by Ribut Achwandi

oleh -85 views
banner 340x110 banner 340x150

Sejatinya tidak ada yang hilang. Cuma berpisah oleh sebab-sebab tertentu. Dipisahkan oleh ruang-waktu. Kelak, bisa saja akan bertemu kembali. Mungkin dalam peristiwa atau dengan cara yang berbeda, juga mungkin dalam bentuk yang berbeda.

Ya, segala sesuatu yang ada pada kita itu sesungguhnya sudah ada dan selalu ada. Kita hanya dipertemukan oleh sesuatu itu di ruang-waktu yang tepat. Jadi, sesuatu itu tidak benar-benar milik kita. Kita hanya diberi kesempatan untuk saling bertemu.

banner 740x140

Di ruang-waktu yang lain, sesuatu itu kemudian terpisah dari kita dan dipertemukan dengan orang lain. Istilahnya, pindah tangan. Sesuatu itu, dengan demikian, masih ada. Bahkan mungkin masih utuh. Tidak berkurang ukuran dan bentuknya. Hanya, sangat mungkin ia menjadi berubah manfaatnya, bergantung pada bagaimana orang memanfaatkannya. Jadi, tidak perlu risau hanya karena merasa “kehilangan” yang sesungguhnya bukan “kehilangan” melainkan sekadar dipisahkan sementara waktu.

Seperti saat kita bernapas. Kita hirup oksigen, tidak serta merta oksigen itu menjadi milik kita. Akan tetapi, ia kemudian diambil manfaatnya oleh tubuh dan diolah sebagai zat yang berguna bagi tubuh. Selepas itu, kita mesti menghembuskannya menjadi karbon dioksida. Bukan berarti oksigen yang kita hirup itu hilang akan tetapi tubuh kita mesti melepaskan oksigen itu tadi bersamaan dengan karbon yang dihasilkan oleh pengolahan oksigen di dalam tubuh kita. Lantas, kita akan dipertemukan lagi dengan oksigen yang sama saat kita kembali menghirup udara.

Begitulah siklus hidup. Sesuatu yang menjadi kebutuhan itu telah dihadirkan dan diadakan jauh sebelum kita dihadirkan di dunia ini. Lantas kita dipertemu-pisahkan dalam lintasan ruang-waktu. Sementara, sesuatu itu masih terus ada di lintasan ruang-waktu itu. Dan kita, barangkali akan meniada sebelum sesuatu itu meniada bersamaan dengan berakhirnya kehidupan di dunia.

#ndleming

banner 340x140 banner 350x140