Azmi: Harus Ada Inovasi Penanganan Banjir dalam RPJMD

oleh -

PEKALONGAN- Ketua DPRD Kota Pekalongan, M Azmi Basyir berharap, setelah melewati usia 115 tahun Kota Pekalongan ke depan dapat semakin baik. Dia juga menegaskan, jajaran DPRD siap mendukung penuh program kebijakan Pemerintah Kota Pekalongan yang bermanfaat bagi masyarakat. “Kita berharap, bersama Pemkot dan stakeholder lainya bisa bekerja bersama-sama mengatasi semua masalah yang masih menumpuk. Kita berharap di bawah kepemimpinan wali kota dan wakil wali kota yang baru, masalah yang ada bisa terurai dan bisa didapatkan solusi untuk menjadikan Kota Pekalongan lebih baik lagi,” tuturnya.

Dari sederet masalah yang ada, Azmi secara khusus menyoroti terkait banjir. Dikatakan Azmi, penanganan banjir harus menjadi prioritas dan harus ada inovasi baru dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang saat ini tengah disusun. “Kalau dalam evaluasi dilihat indikator penanganan banjir ini belum sempurna, maka harus ada perubahan secara frontal. Harus ada inovasi dalam penanganan banjir agar ke depan luas genangan akan smakin berkurang bukan bertambah,” katanya.

banner 740x140

Menurut Azmi, ada beberapa faktor utama terkait masalah banjir seperti terjadinya penurunan muka tanah, kenaikan air laut dan cuaca ekstrim. Yang selama ini menjadi pembicaraan dan telah dikaji oleh banyak lembaga maupun para ahli adalah terjadinya penurunan permukaan tanah di Kota Pekalongan. Sehingga menurutnya, dalam RPJMD harus ada perencanaan untuk bagaimana menahan laju penurunan permukaan tanah.

“Memang masih ada perdebatan kenapa itu terjadi, tapi semua sepakat itu terjadi. Sehingga dalam membuat perencanaan, harus diperhatikan bagaimana cara mengurangi laju penurunan muka tanah. Ada beberapa konsesus dari para ahli yang menyebutkan penurunan terjadi antara 12 sentimeter hingga 20 sentimeter per tahun. Rencana penanganan ini harus masuk dalam RPJMD, tentang bagaimana kita harus menahan laju penurunan muka tanah itu,” tandasnya.(*)

banner 340x110