Antisipasi Kerusakan Lingkungan, DLH Sosialisasikan Proper

oleh
banner 340x110 banner 340x150

Kota Pekalongan – Dalam rangka meningkatkan peran serta Perusahaan dalam mencegah kerusakan lingkungan yang ditimbulkan, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mensosialisasikan Peningkatan Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) di Ruang Kalijaga Setda Kota Pekalongan, Senin (11/3/2019).

Kepala DLH Kota Pekalongan, Purwanti saat membuka kegiatan sosialisasi menyampaikan perusahaan yang mengikuti sosialisasi pada hari ini berjumlah 44 perusahaan dari 1051 total perusahaan yang ada di Kota Pekalongan, mayoritas di bidang perbatikan untuk memberikan edukasi kepada mereka terkait ketaatan perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan hidup.

banner 740x140

“Proper ini sebenarnya menilai peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup. Harapan kami semua perusahaan di Kota Pekalongan minimal mendapatkan proper hijau karena penilaian ketaatan perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan hidup oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI diberikan peringkat,” ujar Purwanti.

Dijelaskan Purwanti, adapun peringkat kinerja perusahaan dikelompokkan dalam 5 peringkat warna yang didasarkan pada indikator warna yakni hitam (0-20), merah (20-40), biru (40-60), hijau (60-80), dan emas (80-100). Penilaian terhadap perusahaan tersebut nantinya dilihat berdasarkan izin lingkungan, pengendalian pencemaran air dan udara, pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), serta potensi kerusakan lahan.

“Peringkat terjelek warna hitam (mereka yang tidak taat), warna merah ( yang perlu ada teguran), biru (sebagian sudah melaksanakan namun perlu ada peningkatan), hijau (sudah mulai bagus tapi belum terlalu bagus), kemudian gold atau emas ( yang sudah luar biasa bagus). Dengan kondisi pencemaran sungai di Kota Pekalongan yang krusial maka dari DLH tidak akan berhenti untuk memberikan support perusahaan-perusahaan untuk mengikuti program Proper ini. Karena perusahaan dipaksa untuk taat pengelolaan lingkungan mulai dari pemenuhan dokumen lingkungan, ijin lingkungan, harus mempunyai ijin IPAL, pengelolaan limbah B3,” terang Purwanti.

Dikatakan Kadin, penilaian peringkat tersebut sangat berpengaruh terhadap reputasi perusahaan. Lebih lanjut, kata dia, setelah diberikan sosialisasi, para pemilik perusahaan di Kota Pekalongan dapat berpartisipasi aktif untuk mengikuti program Proper ini sebab permasalahan pengelolaan lingkungan memerlukan sinergitas dan penanganan dari semua pihak termasuk dari pengusaha dan partisipasi masyarakat.

“Hari ini kami kedatangan narasumber dari DLH Provinsi Jawa Tengah yang diwakilkan oleh Pak Marnang beserta jajaran untuk memberikan pemahaman kepada pemilik perusahaan bagaimana kriteria proper dan sebagainya. Setelah mereka memahami, perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Pekalongan dapat berpartisipasi aktif untuk mengikuti program proper ini. Perusahaan harus taat terhadap aturan-aturan yang ada dan akan dinilai serta dipantau dari DLH, penilaian ini akan berpengaruh terhadap reputasi perusahaan yang juga kaitannya dengan relasi dengan pihak-pihak lain,” jelas Purwanti.

Ditambahkan Kasi Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup DLHK Provinsi Jawa Tengah, Marnang Haryoto yang hadir sebagai narasumber, perusahaan-perusahaan diimbau untuk bersikap terbuka terkait pengelolaan lingkungan .

“Proper sebenarnya seperti yang disampaikan Kadin DLH Kota Pekalongan, Bu Purwanti tadi mengingatkan kepada perusahaan-perusahaan terkait ijin yang dimiliki perusahaan terkait ijin lingkungan. Perusahaan harus terbuka terkait pengelolaan lingkungan, mengelola apa, usahanya apa, menghasilkan limbah apa untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan lingkungan lingkungan,” imbuh Marnang.(*)

banner 340x140 banner 340x140