Aniaya Warga, Anggota Dewan Dipolisikan

oleh
banner 340x110 banner 340x150

BATANG – Perilaku kekerasan ditunjukan seorang anggota DPRD Batang. Sehingga berbuntut ke kantor polisi. Anggota Komisi D DPRD Batang, Benny Abidin dipolisikan oleh Syaifudin (33), warga RT 9 RW 5 Desa Tragung Kecamatan Kandeman. Sebab, Benny diduga menganiaya dan menipu Syaifudin.

Syaifudin menuturkan, kejadian penganiayaan bermula ketika dirinya hendak meminta kembali uang Rp. 15 juta, yang telah dipakai oleh Benny. Diduga uang tersebut untuk biaya sosialisasi pencalegkannya pada Pemilu Legislatif bulan April 2019 kemarin. “Mungkin Benny memerlukan uang untuk biaya sosialisasi. Dia bujuk saya untuk memberikan uang Rp. 25 juta. Tapi saya hanya ada Rp. 15 juta dan dia terima,” jelas Syaifudin, Minggu (12/5).

banner 740x140

Sebagai kompensasi, Benny menjanjikan akan memberi semua paket pekerjaan aspirasi dewan yang sudah di plot di desa-desa Dapil 3 Kabupaten Batang. Salah satunya, paket pekerjaan pembangunan Talud di Desa Donorejo, Kecamatan Limpung. Seiring berjalannya waktu, Paket Pekerjaan yang dijanjikan oleh Benny Abidin, terhadap Syaifudin ternyata tidak terlaksana. Bahkan paket pekerjaan itu telah di garap oleh orang lain.

Maka Syaifudin menagih janji Benny, lewat pesan Whatsapp (WA). Sekaligus meminta kembali uangnya Rp 15 juta. “Namun, Benny hanya mengembalikan uang saya Rp.5 juta. Lalu, saya tagih lagi kekurangannya Rp. 10 juta,” beber Syaifudin. Setelah ditagih, anggota DPRD itu mengajak Syaifudin untuk bertemu di sekitar KUD Limpung. Sayang, pertemuan itu berujung penganiayaan.

Sementara, Saksi mata Sujarwo (41), menuturkan saat itu diminta korban untuk menemaninya bertemu Benny, tepatnya di halaman Gedung Koperasi Unit Desa (KUD) Mawar Desa Limpung, Minggu malam (5/5), Pukul 20.00 WIB. Tak berselang lama, Benny datang mengendarai motor matik. Sujarwo agak menjauh dari Syaifudin dan Benny. Lantaran keduanya serius membicarakan permasalahan mereka. Entah mengapa, Benny menendang Syaifudin, mengenai ulu hatinya. Lalu Benny mendorong Syaifudin hingga jatuh tersungkur membentur rooling door toko. Melihat itu, Sujarwo langsung melerai.

Selanjutnya, Senin pagi (6/5), Syaifudin diantar Sujarwo ke RSUD Limpung. Kemudian Syaifudin melaporkan kejadian yang menimpanya ke polisi pada Senin siang (6/5). Laporan diterima Brigpol M Shodiq SH dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan Pengaduan (SPTL), Nomor SPTL/122/V/2019/JATENG/RESBTG. Saat ini, kasus ini tengah ditangani polisi. (di2k)

banner 340x140 banner 350x140