Warga Dukung Program Walikota Pekalongan Atasi Rob

PEKALONGAN – Awal tahun 2017 tepatnya Senin 23 Januari di aula Kecamatan Pekalongan Utara Walikota HA Alf Arslan Djunaid SE menegaskan bahwa tahun ini akan dilakukan upaya penanggulangan Rob.  ”Dana sudah siap. Rp 20 miliar dari APBD Kota Pekalongan dan Rp 10 miliar dari Provinsi Jawa Tengah,”  ujar Walikota saat itu.

Alex juga menegaskan, proses lelang untuk sejumlah proyek penanganan rob bisa selesai secepat mungkin. Dengan demikian penanganan rob bisa segera dilakukan. ”Dana turun, proyek segera dikerjakan,” sambungnya.

Menurut dia, mulai tahun 2017 Pemkot fokus pada penanganan rob. ”Tahun 2017 mulai dibangun infrastruktur penanganan rob. Anggaran tahun 2018 nanti akan lebih difokuskan untuk penanganan rob. Harapannya, pada tahun 2019 kelurahan-kelurahan yang biasa tergenang rob dapat kering,” tambahnya.

Entah ada kendala apa, proyek penanganan Rob senilai Rp 30 miliar seolah-olah tiada kabar. Hingga akhirnya warga Bandengan Kandang Panjang, Panjang Wetan, Panjang Baru, Padukuhankraton, dan Krapyak menagih janji tersebut.

Diruang Asisten II Setda Kota Pekalongan, sempat terjadi perdebatan cukup hangat menjurus panas dan akhirnya Pemkot bertekad untuk realisasikan proyek tersebut.  Pemkot Pekalongan menyatakan siap atasi Rob dengan anggaran total 30 miliar akan direalisasikan guna membangun tanggul penahan rob di sepanjang Bandengan dan Kandang Panjang, Kecamatan Pekalongan Utara. ”Anggaran yang sudah dialokasikan dalam APBD Kota Pekalongan dan APBD Provinsi Jawa Tengah bisa untuk membangun tanggul, mendampingi proyek yang akan dilaksanakan Pemerintah Pusat via Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),” papar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kota Pekalongan Joko Purnomo saat mendampingi Walikota Achmad Alf Arslan Djunaid menemui warga.

Tokoh Masyarakat Bandengan Dharwanto kepada ISP menyebutkan pihaknya terpaksa datangi kantor Walikota karena ada kabar jika proyek penanggulangan Rob sebesar Rp 30 miliar dibatalkan. Karena tidak ingin penanganan Rob berlarut-larut, warga meminta untuk ketemu langsung dengan Walikota. “Warga hanya ingin minta penjelasan langsung terkait soal proyek penanggulangan Rob. Warga terdampak Rob sudah lelah dengan kondisi semacam ini. Alhamdulillah, Pak Wali merespon dengan baik dan segera direaliasikan proyek itu. Kami salut dan mendukung langkah konkrit Walikota. Kami dijanjikan paling lambat 90 hari proyek tersebut akan dilaksanakan,” katanya seraya menambahkan  “Semoga proyek ini bermanfaat, warga pun bisa segera merasakan bebas dari Rob secepatnya dan juga tidak ada sepersepun dana yang menguap. (*)

Please like and share..

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*