Walikota Tetapkan 1-14 Desember Tanggap Darurat

PEKALONGAN – Fenomena alam yang luar biasa, yakni ombak yang tinggi dan sangat kuat yang terjadi sejak Jumat dini hari pukul 01.00 WIB, mengakibatkan jebolnya tanggul di beberapa lokasi, dan menjadikan meningkat dan meluasnya banjir rob di wilayah Kecamatan Utara dan beberapa kelurahan di Kecamatan Pekalongan Barat.
“Data sementara wilayah tergenang akibat bencana banjir yang masuk adalah 7 kelurahan di Kecamatan Pekalongan Utara dan 2 Kelurahan di Kecamatan Pekalongan Barat. Ini memang wilayah-wilayah yang sering terdampak banjir,” terang Walikota H.M. Saelany Machfudz di hadapan awak media, di Kantor PMI Kota Pekalongan, Jum’at (1/12).
Dengan didampingi Sekda Kota Pekalongan Sri Ruminingsih, beserta seluruh asisten sekda dan OPD terkait. Walikota Pekalongan menjelaskan kondisi terkini, terkait dengan bencana banjir yang melanda sebagian besar wilayah Utara Kota Pekalongan.
“Pemkot Pekalongan melalui BPBD, Kecamatan, Dinsos-P2KB, bekerjasama dengan Kodim, Kepolisian, Tagana, Relawan dan Komunitas-komunitas sejak dini hari pagi ini telah bahu membahu melakukan upaya penyelamatan (evakuasi) warga ke berbagai lokasi pengungsian,” jelasnya.
“hampir seribu lebih warga kita evakuasi ke beberapa titik, diantaranya Kantor Kecamatan Pekalongan Utara, Kantor Kelurahan Bandengan, Masjid Muhajirin di Krapyak, Rusunawa Slamaran, dan Laboratorium Unikal di Slamaran,” tambahnya.
Menanggapi situasi bencana yang luar biasa ini, Walikota segera mengadakan rapat koordinasi bersama dengan Dandim, Sekda dan OPD terkait pada Jumat siang di Guest House.
“Tadi siang, saya telah memimpin rapat koordinasi dan telah memutuskan berapa hal untuk langkah-langkah penanganan bencana banjir ini secara lebih sistematis kedepan,” kata Saelany.
“Diantaranya menyatakan status tanggap darurat bencana Kota Pekalongan selama 14 hari kedepan terhitung mulai tanggal 1 Desember sampai 14 Desember dengan dikeluarkannya SK Walikota Pekalongan Nomor 613/362 Tahun 2017 tanggal 1 Desember 2017 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir di Kota Pekalongan,” terangnya.
“Kemudian, kita segera mendirikan Posko Induk Penanganan Darurat Bencana Banjir di Markas PMI Kota Pekalongan, Jl. Rajawali Pekalongan (0285-431001),” imbuhnya.
Sementara itu, Sekda Pemkot Pekalongan, Sri Ruminingsih, menambahkan pihaknya telah melakukan upaya cepat dan tanggap dalam penanganan korban banjir yang ada di pengungsian dan tetap mengantisipasi adanya kenaikan air laut jika kembali meluas.
“Penanganan logistik tadi pagi sebelum adanya dapur umum, kita langsung mengadakan pembelian nasi bungkus yang langsung kita distribusikan ke titik pengungsian kemudian dilanjutkan dengan dibukanya dapur umum yang ada di Gor Jetayu, disamping itu ada juga beberapa titik (dapur umum) yang ada di kelurahan PasirKratonKramat maupun di PMI sendiri, kemudian di Krapyak yang difasilitasi oleh relawan dengan dibantu logistiknya dari kita,” terang Sri Ruminingsih.
Sri Ruminingsih menghimbau kepada warga yang memilih kembali ke rumah dibanding untuk bertahan di pengungsian agar tetap waspada bila banjir sewaktu-waktu kembali naik.
“Banyak yang kembali (ke rumah). Tapi tetap kita antisipasi bila terjadi lagi, mudah-mudahan tidak terjadi, langsung kita evakuasi ke titik-titik pengungsian tadi,” jelas Sri Ruminingsih.
Dia meminta agar pemberian bantuan dari pihak lainnya disalurkan melalui posko induk yakni Posko PMI Kota Pekalongan, yang berada di Jalan Rajawali Kota Pekalongan.
“Ada baiknya melalui posko induk, biar pemberian bantuan ini bisa merata tidak tumpang tindih,” pungkas Sri Ruminingsih.

Menanggapi adanya 1 korban jiwa akibat terjadinya bencana banjir ini, Asisten 3 Sekda Kota Pekalongan, Bambang Nurdiayatman membenarkan laporan tersebut.
“Laporan sementara ini ada korban satu. Itu karena terjatuh di kamar mandi, yang rumahnya tergenang air juga. Baru diketahui petugas dan dievakuasi namun tidak terselamatkan,” katanya.
Menurutnya, korban diketahui bernama Suhadi, warga Panjang Wetan Gang 1. Sedianya korban sejak pagi bersama menantunya, yakni Rina.
“Namun Rina ini keluar rumah karena ada keperluan. Menurut informasi petugas yang menolong dari Satpol PP, korban ditemukan terjatuh di bak mandi pukul 14.53 WIB dan langsung dibawa ke rumah sakit, dan meninggal dalam perjalanan,” bebernya.
(*)

Please like and share..

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*