upaya Warga Desa Perkuat Perekonomian

oleh

KAJEN– Jalan merupakan sarana yang cukup vital untuk menunjang perekonomian terutama warga pedesaan yang banyak bermobilitas untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan, untuk itu Desa Notogiwang, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan menganggarkan pembangunan badan jalan pertanian sepanjang dua kilometer, “tahun ini kami sudah menganggarkan untuk pembangunan badan jalan pertanian, sebesar Rp 60 juta dana ini hanya untuk pembangunan saja, karena untuk lahan warga sudah menyediakan secara swadaya,” kata Agus Kaur Keuangan Desa Notogiwang ketika di temui wartawan dikediamannya Kamis (15/11) kemarin. Jalan pertanian ini akan menghubungkan Dukuh Losari dan Dukuh Rowadi, sepanjang sekitar dua kilo meter dengan lebar dua meter, “saat sudah ada namun hanya jalan setapak saja, ini menyulitkan warga terutama petani saat akan mengangkut hasil panen mereka. Karena di kedua dukuh tersebut mempunyai hasil tani unggulan sepreti Jahe, padi dan ketela serta palawija lainya, tak hanya itu juga ada hasil perkebunan seperti kayu Alba atau kayu sengon,” jelas Agus.

Adapun untuk pembangunan jalan akan dilaksanakan secara swakelola, “karena dana pembangungan dianggarkan dari Dana Desa (DD) tahap ketiga maka pembangunan kami lakukan secara swakelola,” papar Agus. Dia menambahkan untuk DD tahap ketiga ini sedikitnya ada 5 program yang akan dilaksanakan, “untuk DD tahap ketiga kami rencananya akan melaksanakan lima kegiatan salah satunya yakni pembangunan badan jalan pertanian, rehab madrasah, pembangunan lapangan desa, pembangunan brongjong dan pembangunan talud,” imbunya. Selain itu pemerintah desa juga telah membangun jambanisasi bagi sepuluh kepala keluarga yang tidak mampu, “untuk jambanisasi kami berikan bantuan full dari mulai material hingga tenaga kerja, warga hanya menyediakan lubang untuk septic tanknya saja. Hal ini kami lakukan agar warga tidak terbebani,” kata Agus lagi

Masih menurut Agus beberapa waktu lalu pemerintah desa juga telah melakukan rehab rumah salah seorang warga yang kurang mampu, “pada awak tahun kemarin kami sudah melakukan bedah rumah satu orang warga yang kurang mampu, rencananya ahir tahun ini kami akan melakukan bedah rumah satu lagi,” imbuh Agus (Mit)