Tentang Sebuah Kota 2 (Ribut Achwandi)

mestinya, kota bukan tanah pekuburan
bagi masa lalu yang lama dilindas perubahan
sekalipun arus zaman tiada bisa dihentikan

mestinya, kota bukan museum
pada setiap kenangan yang tercampakkan
oleh peristiwa-peristiwa kini yang terbentang
pada lembar-lembar koran atau bisingnya televisi
menampilkan diorama dan narasi ringkas
dari masa-masa silam yang terkubur
di bawah lahan pembangunan

mestinya, kota bukanlah kebisuan
pada tiap-tiap pintu kaca hitam
yang angkuh berdiri di halaman depan
gedung-gedung megah bertingkat-tingkat
dingin menyambut tanpa kemurahan
apalagi senyuman tanpa sapa
mata memandang menyimpan beribu tanya
gerangan apa yang sedang dilakukan
kami bukan orang asing di sini

ya, kota makin dingin
di tengah hawanya yang pengap
didesak polusi udara jalanan
juga cerobong-cerobong asap pabrik
sempit udara membuat hilangnya kelegaan
dalam nalar yang mudah disulut amarah

Pekalongan, 23 Juli 2017

Please like and share..

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*