Soal Masjid Al Arqom, Sempat Ajukan IMB untuk Rumah Tinggal

PEKALONGAN – Khaerudin Kabid Penataan Ruang dan Pertanahan DPUPR mengatakan bahwa Yayasan Al Aiman / Pengurus Masjid Al Arqom awalnya mengajukan IMB untuk rumah ibadah. Namun karena tidak bisa melengkapi persyaran sesuai dengan skb mentri tentang tandan tangan dan ktp pengajuan izin akhirnya ditolak. Selanjutnya mereka kembali mengajukan izin dengan hal gedung serba guna. Pihaknya belum mengecek pihak Yayasan merevisi menjadi pengajuan rumah tinggal. “Setelah dicek dilokasi pengajuan tidakn sesuai sehingga kembali ditolak.”
Sementara Ketua Yayasan Al Aiman Nasrullah membantah bila pengajuan IMB adalah rumah tinggal. “Dari awal kami ajukan IMB untuk rumah ibadah. Namun karena ditolak kami berpegang pada pasal 28 Peraturan Bersama Menag dan Mendagri No 9/2006. Menurutnya persoalan IMB harusnya Walikota yang aktif untuk keluarkan ijin. Sesuai Pasal 28 Peraturan bersama Menag dan Mendragi No 9/2006. “Bahwa gedung rumah ibadah yang telah digunakan secara permanen dan belum miliki IMB, Bupati/Walikota bantu fasilitasi penerbitan IMB untuk rumah ibadah tersebut,” katanya.
Pihaknya tetap mendesak Walikota agar keluarkan IMB agar masalah ini tidak berlarut-larut. (*)

Please like and share..

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*