Soal Kesehatan, Pekalongan Raih WEA KIN

PEKALONGAN – Saelany Machfudz menerima penghargaan sebagai Walikota Entrepreneur Award 2017 Kellogg Inovation Network (KIN) ASEAN untuk Kategori Kesehatan. Penghargaan diberikan langsung oleh Executive Director of KIN Robert C. Wolcott dan Co-Founder of KIN ASEAN Hermawan Kartajaya dalam acara The 8 th Annual KIN ASEAN Forum 2017 di Ritz Charlton Pacific Place, Jakarta, Rabu malam (6/12/2017)

Penghargaan yang diberikan merupakan bentuk apresiasi kepada Kepala Daerah di Indonesia yang telah berhasil membuat terobosan-terobosan yang kreatif, inovatif dan entrepreneurship dalam membangun Kota/Kabupaten. Penghargaan diberikan untuk kategori kesehatan, pendidikan, kemiskinan, pariwisata, perdagangan serta investasi.

Walikota Pekalongan H.M. Saelany Machfudz mengatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan penghargaan bagi warga Kota Pekalongan “ Alhamdulillah dapat penghargaan ini, dan akan kami dedikasikan kepada warga Pekalongan,”  terangnya usai menerima piagam penghargaan

Saelany menambahkan bahwa Pemerintah Kota telah melakukan berbagai macam terobosan kreatif dan inovatif dibidang kesehatan dengan berkoneksi smart city. “ Dalam pelayanan kesehatan kami permudah pelayanan masyarakat dengan aplikasi SERUNI yaitu Sistem Rujukan Online yaitu apabila ada pasien dari puskesmas yang dimungkinkan mendapatkan perawatan lebih langsung dirujuk melalui aplikasi ini. Pasien tanpa harus datang sendiri ke rumah sakit. Kemudian SEPIA yaitu Sitem E-Health Penjadwalan Imunisasi Anak yaitu aplikasi ini akan memberikan pesan singkat atau SMS secara otomatis ke nomor HP milik orang tua yang terdaftar tentang kapan anak-anak mereka harus segera diimunisasi. Kemudian puskesmas rawat inap 24 jam, dan puskesmas dengan pelayanan dari Pukul 07.00 sampai  21.00, ” sambungnya.

Selain Kota Pekalongan yang mendapatkan penghargaan Walikota Entrepreneur Award 2017 dengan kategori kesehatan adalah Kota Bengkulu, Depok, Makasar, Mataram, Pangkal Pinang, Pare-pare, Pontianak, Semarang, Surabaya, dan Tanjung Pinang.

Sementara itu Co-Founder of KIN ASEAN Hermawan Kartajaya dalam sambutanya mengatakan untuk menjadi kota yang smart dan kreatif  Kepala Daerah jangan hanya sekadar meniru atau mengikuti trend, seperti latah menghadirkan festival festival di kota kota. Namun harus bisa memiliki terobosan sendiri yang berdasar pada kearifan lokal atau cultur dan budaya. “ Smart yang berakar pada kearifan lokal, budaya grass root dan partisipasi masyarakat akan menjadi kekuatan sendiri bagi daerah tersebut,” terangnya.

Melalui ajang ini diharapkan akan lahir berbagai inovasi untuk kemajuan ASEAN di era yang semakin tidak menentu ke depannya. (*)

Please like and share..

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*