Seminggu, 1 Hari Saja Tanpa Nasi

oleh

Peringati Hari Pangan Sedunia (HPS) Ke-38 Tingkat Kota Pekalongan, yang seyogyanya diperingati pada tanggal (16/10/18),  baru diselengarakan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan, Jum’at (26/10). Walikota Pekalongan HM Saelany Machfudz dalam kesempatan tersebut menyampaikan program sehari tanpa nasi akan digalakan lagi.

Di era perubahan iklim ini, peran pertanian terlebih sektor pangan sangat strategis. Sektor pertanian sebagai penyedia pangan dan bahan baku pengolahan ini perlu mendapatkan perhatian lebih, Walaupun sektor pertanian sebagai penyangga pangan dunia, namun hampir semua usaha tani ini rentan terhadap perubahan iklim.

Oleh karena itu, perubahan iklim merupakan salah satu ancaman serius terhadap ketahanan pangan yang harus disikapi secara bijak begitu halnya di Kota Pekalongan.

Dalam rangka mendukung peringatan Hari Pangan Sedunia, Pemerintah Kota Pekalongan ajak masyarakat untuk  berpartisipasi melaksanakan peringatan HPS melalui dinas terkait  sebagai penyelenggara.

Lebih lanjut Walikota Pekalongan HM.Saelany Machfudz, menjelaskan bahwa  Penyelenggaraan HPS dengan tema “ Mengembangkan Pangan Lokal Untuk Mendukung Kedaulatan “ hal tersebut  berarti Kedaulatan pangan hak setiap negara atau masyarakat untuk menentukan sendiri kebijakan panganya, melindungi sistem produksi pertanian dan perdagangan untuk mencapai sistem pertanian yang berkelanjutandan mandiri.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanuian dan pangan Kota Pekalongan, Agus Jati Waluyo menjelaskan bahwa Kegiatan HPS tahun ini telah diawali dengan menggelar sejumlah kegiatan dan Lomba dalam pencapaian swasembada pangan lokal yang telah memperoleh hasil yang menggembirakan.

Pada HPS tahun ini, masyarakatpun diajak dan diperlihatkan hasil atau capaian program pembangunan pertanian, dimana fokus Kerja pada sektor pertanian yaitu mewujudkan Kedaulatan Pangan dan Mensejahterakan Petani.

Adanya peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) pada setiap tanggal 16 Oktober adalah sebuah momentum yang mengingatkan dunia bahwa kekuatan setiap negara ditentukan oleh kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh masyarakat secara berkelanjutan. Momen HPS adalah untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian akan pentingnya penanganan masalah pangan baik di tingkat nasional, regional maupun global secara berkelanjutan.

Hari Pangan Sedunia diinisiasi sebagai bentuk perhatian bahwa semakin rawannya krisis pangan di dunia telah diingatkan oleh FAO (Food and Agriculture Organization) sejak diselenggarakan Konferensi Pangan Sedunia di Roma tahun 1974. FAO pada Konferensi ke-20 bulan Nopember 1979 di Roma mencetuskan Resolusi Nomor 179 yang disepakati semua negara anggota FAO termasuk Indonesia.

Pada peringatan HPS Kota Pekalongan ini diberikan pula penghargaan untuk sejumlah kelompok masyarakat dan kelurahan yang menjadi juara dalam berbagai lomba yang digelar, Hadir dalam kesempatan tersebut, Asisten sekda Kota pekalongan, Staf Ahli walikota, Kepala OPD, Camat, Lurah sekota Pekalongan, Penggerak PKK se Kota Pekalongan dan tamu undangan lainya. (*)