Saling Puji Usai Bebas Rob

KAJEN – SMPN 3 Tirto adalah salah satu sekolah yang saat ini bebas banjir rob. Sabtu (26/8) didatangi Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi. Dia memastikan surutnya air. Mengingat saat ini kondisi air sedang pasang, atau air laut naik ke darat.

Ratusan siswa SMPN 3 Tirto berjejer menyambut kedatangan Bupati Asip untuk mengucapkan terima kasih karena sekolahnya tidak lagi banjir rob. Para siswa pun tidak lagi mengenakan sepatu boot ketika bersekolah, yang dulu pernah diberikan Bupati Asip untuk digunakan ketika masuk ke SMPN 3 Tirto.

Kepala SMPN 3 Tirto, Nariko Chandra, mengungkapkan sekolahnya tidak lagi banjir sejak tiga bulan terakhir atau tepatnya bulan Juni. Padahal selama 8 tahun sekolahnya mengalami banjir sepanjang tahun. Sehingga dirinya sangat bersyukur, karena kondisi tersebut adalah awal pendaftaran siswa baru.

Menurutnya surutnya air di sekolahnya karena genangan air yang ada telah mengalir ke tanggul lintang, yang disedot dari Desa Mulyorejo yang jaraknya 500 meter dari lokasi sekolah.

“Air yang semula 50 centimeter dan masuk di semua ruang kelas, sekarang tidak ada lagi air yang masuk ke sekolah, bahkan hingga halaman depan sekolah yang dulu sempat satu meter,” ungkap Nariko.

Nariko juga mengatakan dampak yang dirasakan sejak sekolahnya bebas banjir rob, meningkatnya jumlah siswa baru yang mendaftar hingga 40 persen. Bahkan sekolahnya sempat menolak siswa karena kapasitas yang tidak lagi dapat menampung karena banyaknya siswa yang mendaftar.

Padahal sebelumnya SMPN 3 Tirto, adalah sekolah yang paling tidak diminati, meski sekolahnya berada tidak jauh dari pantura, karena air yang selalu masuk di sekolah tersebut.

Sementara itu Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi menegaskan dengan adanya pembangunan tanggul melintang atau tanggul gotong royong, bukan hanya 5000 an rumah yang tidak lagi tergenang air. Bahkan ada puluhan SD dan SMP yang bebas banjir karena air telah surut.

Menurutnya bahkan saat ini perekonomian di tiga desa yakni Desa Mulyorejo, Karangjompo dan Tegaldowo berangsur mulai pulih. Sebab banyak pengusaha konveksi dan batik, yang kembali ke rumahnya untuk membuka usaha tersebut yang sebelumnya dibuka di tempat lain.

“Kita akan segera selesaikan banjir rob pada desa lain, seperti yang ada di Desa Jeruksari dan Kecamatan Tirto, tahun 2018 Kabupaten Pekalongan harus sudah bebas dari banjir rob,” tegasnya.

Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada rekanan CV Aji Soko pimpinan Budi Santoso yang telah mengerjakan proyek sesuai dengan jadwal yang ditetapkan sehingga benar-benar bermanfaat dan dapat dinikmati semua orang. (*)

Please like and share..

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*