RS Bendan Lambungkan Kota Pekalongan

oleh

Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan kembali meraih pengharaan Pelayanan Publik terbaik nasional. Walikota Pekalongan, H.M Saelany Mahfudz boleh kembali berbangga hati. Ia lagi-lagi mencatatkan prestasi gemilang mendapatkan penghargaan sebagai Pembina Pelayanan Publik dengan kategori Sangat Baik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Penyerahan penghargaan atas prestasi walikota Pekalongan itu dilaksanakan saat Penyampaian Hasil Evaluasi dan Pemberian Piagam Pelayanan Publik Tahun 2018 terhadap Kabupaten/Kota se-Indonesia di Kantor Kemenpan RB di Jakarta, Rabu (27/11). Walikota Pekalongan H.M Saelany Mahfudz menerima penghargaan yang diserahkan oleh Menteri PANRB Syafruddin

Sejumlah pelayanan publik yang pembinaannya oleh Walikota H.M Saelany dinilai berpredikat Sangat Baik oleh Kemenpan RB , antara lain pembinaan pelayanan publik di lingkungan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), RSUD Bendan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
“Untuk pencapaian bendan sangat baik (A-) sedang duk capil baik( B) dan dpmptsp baik (B-),” katanya.
Dijelaskan berdasarkan Keputusan Menteri PANRB No. 176 Tahun 2018 tentang Penetapan Kementerian/Lembaga, Provinsi, Kabupaten/Kota, dan Unit Penyelenggara Pelayanan Publik sebagai Lokasi Evaluasi Pelayanan Publik Tahun 2018, evaluasi pelayanan publik tahun 2018 ini dilakukan pada unit penyelenggara pelayanan publik di 34 provinsi dan 208 di tingkat kabupaten/kota. Evaluasi telah dilakukan mulai bulan Mei sampai dengan Oktober 2018.

Deputi Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa mengatakan, untuk tingkat provinsi, ada 3 unit penyelenggara pelayanan publik yang meraih nilai A, dan 4 unit dengan nilai A-. Sedangkan di tingkat kabupaten/kota, ada 13 unit yang meraih nilai A, dan 82 unit yang mendapat nilai A-. 

Dengan penghargaan sebagai pembina pelayanan publik dengan kategori sangat baik yang diterima tahun ini, Walikota Pekalongan berhasil mempertahankan predikat yang sudah didapatkan sebelumnya. “Tentunya, evaluasi ini penting dilakukan agar para pimpinan instansi pemerintah maupun unit penyelenggara pelayanan publik tetap memiliki komitmen terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan publik,” katanya.

Penghargaan yang didapatkannya atas prestasi itu, diakui Saelany Mahfudz merupakan sebuah kebanggaan. Tetapi, imbuhnya, di sisi lain merupakan sebuah tantangan untuk bisa meraih pencapaian positif dalam bidang-bidang lainnya
seluruh Indonesia hanya 23 Daerah yang mendapatkan penghargaan tersebut.
Kalau untuk Se-Indonesia hanya 11 kota madya yang mendapatkan nilai tertinggi dan tingkat kabupaten hanya 10 daerah yang dinilai mendapatkan Nilai tertinggi.

Sementara itu, Walikota Pekalongan H.M Saelany Machfudz usai penerimaan penghargaan tersebut mengatakan bahwa prestasi yang dicapai Kota Pekalongan tersebut tak luput dari kerja keras seluruh elemen. Tidak hanya Walikota saja, melainkan seluruh ASN di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Pemerintah Kota Pekalongan dengan berbagai inovasinya sehingga terciptalah pelayanan yang baik.
“Dalam setiap kesempatan baik rapat-rapat evaluasi atau apapun Saya terus dorong seluruh OPD agar terus berinovasi dalam menjalankan pelayanan publik. Sebab kalau tidak demikian, kita akan semakin tertinggal dengan daerah lain. Dengan inovasi, kemudahan bisa dirasakan baik oleh OPD itu sendiri maupun oleh masyarakat,” kata Saelany.(*)