Ratusan Orang Ikuti Gerakan Ayo Membaca

oleh

PEKALONGAN – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Pekalongan menggelar Gerakan Ayo Membaca di Lapangan Jatayu Kota Pekalongan, Rabu (26/9/2018) dengan rangkaian acara pendukung lomba menulis puisi, menulis percakapan dialek Peklaongan, menulis pengalaman tentang perpustakaan, tebak judul buku, instal iPekalongankota, dan workshop Ayo Membaca.

Ratusan pelajar dan masyarakat umum memenuhi Lapangan Jetayu, mereka antusias mengikuti serangkaian acara Gerakan Ayo Membaca ini. Tak hanya lomba dan workshop, ada juga pembagian doorprize menarik.

Seusai membuka acara, Staf Ahli Walikota Pekalongan, Agus Marhaendayana menyampaikan tentang peningkatkan kualitas sarana prasarana pendidikan salah satu tolok ukurnya yakni peran serta masyarakat untuk meningkatkan minat baca. “Saya apresiasi kegiatan ini karena sangat menunjang tujuan itu. semoga seluruh lapisan masyarakat turut dalam meningkatkan minat baca di Kota Pekalongan,” tutur Agus.

Disampaikan Agus, jika kegiatan ini tersosialisasikan secara merata ke seluruh lini, baik pendidikan formal ataupun nonformal tentu dapat meningkatkan dunia pendidikan. “Gerakan ini ke depannya semoga dapat mengentaskan masyarakat Kota Pekalongan dari buta aksara,” ungkap Agus.

Sementara itu, Kepala Dinal Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kota Pekalongan, Erli Nufiati SE menjelaskan Gerakan Ayo Membaca ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat Kota Pekalongan. “Kami juga mengadakan perpustakaan keliling yang setiap harinya ke sekolah-sekolah. Selain itu, kami juga menggelar perpustakaan lesehan setiap hari Minggu di halaman Kantor Setda Kota Pekalongan ketika ada Pasar Tiban di Lapangan Mataram,” papar Erli.

Dengan adanya layanan tersebut ternyata antusias masyarakat Kota Pekalongan cukup baik, mereka menggunakan waktu luangnya seusai jalan-jalan di Lapangan Mataram untuk singgah membaca buku.

Saat ini, sesuai dengan data nasional minat baca orang Indonesia yakni 1/1000 orang, jadi dari 1000 orang hanya satu yang minat bacanya tinggi. “Indonesia tergolong minat bacanya rendah begitu pula dengan Kota Pekalongan. Tentu kami upayakan langkah-langkah untuk meningkatkan minat baca masyarakat, salah satunya dengan iPekalongankota. Kami juga memanfaatkan aplikasi iPekalongankota untuk memfasilitasi masyarakat yang tidak sempat membaca buku karena kesibukannya. Aplikasi ini kapanpun dan dimanapun dapat diakses dengan mudah,” pungkasnya. (*)