PT Sendi Pratama Diduga Langgar Amdal

oleh

PEKALONGAN – PT Sendi Pratama diduga sengaja melanggar AMDAL pasalnya dari temuan wartawan perusahaan yang memproduksi sarung bermerk Tursina ini tertangkap kamera membuang limbah cairnya ke saluran irigasi, limbah tersebut berwarna hitam pekat. Sementara hasil investigasi dari sejumlah warga dulu pabrik sarung yang terletak di desa Watusalam Kabupaten Pejalongan ini membuang limbahnya ke sungai Kupang, namun sejak beberapa tahun terahir warga memprotes saluran limbah karena menyebabkan bau yang menyengat dan longsor ahirnya warga sudah memotong saluran limbah tersebut. “Dulu memang limbahnya di buang ke sungai Kupang namun sejak 6 atau tujuh tahun yang lalu warga memotong saluran limbah tersebut, pasalnya menimbulkan bau yang menyengat juga salurannya longsor,” jelas salah seorang warga yang namanya enggan di publikasikan. Sejak saat itu warga menutup saluran limbah tersebut.
Kepala Dinas Perkim dan LH Kabupaten Pekalongan Trianto AM saat di konfirmasi hal ini mengatakan jika memang terbukti melanggar akan di lakukan tindakan “kalau membuang limbah ke saluran irigasi itu jelas melanggar, karena saluran irigasi diperuntukan untuk pertanian bukan untuk limbah,” ujarnya. Ditambahkan oleh Trianto pihaknya memang mempunyai bagian pengawasan limbah namun karena banyaknya perusahaan dan sedikitnya petugas maka dia merasa kesulitan mengawasi semua. “Kesulitan kami karena banyak perusahaan di Kabupaten Pekalongan ini, kalau memang ada laporan dari warga masyarakat kami langsung melakukan tindakan, jika terbukti melanggar kami akan memberikan teguran. Namun jika sampai tiga kali kami berhak untuk melakukan penijauan ulang ijin perusahan terssebut hingga melakukan pencabutan ijin,” paparnya.
*PT Sendi Pratama tidak mau memberikan konfimasi
Sementara itu pihak Sendi Pratama saat di konfirmasi tentang hal ini Rabu (12/09) terkesan berbelit-belit awalnya salah seorang staf bagian laborat, Jefri menemui wartawan dan saat di konfirmasi soal hal ini dia mengaku tidak bisa memberikan jawaban karena bukan kewenangannya. Lalu melempar ke manager operasional yang bernama Suwondo, namun saat di konfirmasi Suwondo juga mengatakan tidak tahu menahu tentang ijin pembuangan limbah “kalau menurut saya itu bukan saluran irigasi dan limbah yang kami buang sudah melalui pengolahan, namun untuk lebih pastinya nanti menunggu bagian SDM, Romadhon saat ini sedang di Kajen,” elaknya.Suwondo meminta wartawan untuk kembali ke esokan harinya. Fahad anak dari owner PT Sendi Pratama juga tidak bisa memberikan jawaban. Keesokan harinya wartawan kembali mendatang PT Sendi Pratama namun informasi yang di peroleh dari satpam baik Suwondo selaku Manager Oprasional maupun Romadhon bagin SDM tidak berada di tempat. Saat di hubungi lewat ponselnta Romadhon mengatakan untuk menanyakan ke dinas “kalau soal boleh tidaknya membuang air limbah ke saluran irigasi silahkan anda tanyakan ke dinas” ujarnya. (kermit)