Progam Jambanisasi senilai 1.8 M diduga di Monopoli Dinas

oleh

KAJEN – Progam jambanisasi untuk sekitar 610 kepala keluarga di Kabupaten Pekalongan diduga ada campur tangan Dinas Perkim & LH, pasalnya penyediaan septic tank langsung di drop oleh dinas melalui PT Susti Sarana Mandiri. Hal ini terungkap dari temuan wartawan yang menyambangi beberapa desa di Kabupaten Pekalongan “awalnya kami mengajukan bantuan untuk jamban warga kami, setelah di setujui kami menerima tranferan uang yang besarnya tiga juta rupiah per KK. Namun setelah itu ada droping septic tank, pralon dan closed, kami diminta membayar ke dinas sebesar dua juta tujuh ratus ribu rupiah,” papar salah satu kepala desa yang enggan namanya di publikasikan. “Jadi hanya ada sisa uang Rp 300 ribu untuk pemasangan saja kurang, malah kami dari desa mengeluarkan biaya untuk pengiriman ke rumah warga, barang juga sudah dikirim sebelum uang masuk rekening desa” lanjutnya.
Sementara itu, Kabid Cipta Karya Perkim dan LH Mudiharso, saat di konfirmasi tentang hal ini mengatakan pihaknya hanya memberikan arahan kepada pihak desa untuk pembelian septictank harus yang sudah sesuai SNI karena nanti akan ada pemeriksaan dari BPK “kami tidak pernah menjual atau melakukan droping barang ke desa, kami hanya memberikan arahan, untuk pembelian septictank harus yang standar SNI karena akan ada pemeriksaan dari BPK. Untuk lebih jelasnya saya menyarankan mencari di google,” Jelas Mudiharso yang di temui wartawan di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. Namun saat di tanya lebih lanjut tentang adanya temuan bahwa barang di droping oleh dinas dengan sedikit kesal Mudiharso menjawa “kami tidak pernah mengedrop septictank ke desa, maaf saya ada urusan mau rapat dengan wakil bupati,” jawabnya ketus.
Sementara itu Kepala Dinas Perkim dan LH Kabupaten Pekalongan Trianto ketika ditemui dikantornya mengatakan “tadinya ada 7 produsen penyedia tandon septictank yang sesuai dengan SNI, dari berbagai daerah dan silahkan dipilih dan cari yg terdekat dengan harga yang terendah. Namun dari ketujuh perusahaan hanya PT Susti Sarana Mandiri yang letaknya paling dekat ke Pekalongan yakni di Yogyakarta,” ujarnya. Sebelumnya kepala desa yang warganya menerima bantuan juga sudah di kumpulkan untuk memperkenalkan ke 7 perusahaan tersebut. “Sebelumnya kami sudah mengudang semua kepala desa yang warganya menerima bantuan jamban dan kami hanya memperkenalkan saja tidak ada penggiringan atau penekannya. Namun memang dari ke tujuh perusahaan PT Susti yang harganya sesuai dengan dana yang tersedia,” lanjutnya. “Jadi tidak benar kalau ada penggiringan atau pengondisian kepada salah satu perushaan tertentu,” papar Trianto. (kermit)

banner 800x320