Peredaran Menggila, Walikota Ajak Banser Perangi Narkoba

PEKALONGAN – Peredaran Narkoba di Kota Pekalongan sudah sangat meprihatinkan. Pasalnya, setelah dilakukan test urine disejumlah sekolah, hasilnya sangat mencemaskan. “Dari 20 siswa yang ditest urine, menunjukkan jika yang positif memakai narkoba jumlahnya luar biasa,” ungkap Walikota Pekalongan Saelany Mahfudz saat pidato di Apel dan Pembukaan Diklatsar Terpadu Banser Pekalongan Timur Jumat (29/12).

Menurutnya, dengan fakta seperti sudah saatnya Narkoba menjadi musuh utama anggota Banser pada khususnya dan NU pada umumnya. “Mari kita perangi Narkoba. Saya sudah meminta kepada BNN agar hadir di Kota Pekalongan guna bersama-sama berantas Narkoba,” tandas dia.

Sayangnya Walikota tidak menyebutkan berepa persen pemakai Narkoba di Kota Batik. Dia hanya merasa sedih sebagai Kota Religius, ternyata justru Pekalongan punya tingkat peredaran barang haram yang luar biasa. “Sekali lagi selain paham radikal harus dikikis jangan sampai lupa perang terhadap Narkoba,” tegasnya.
Sementara itu Diklat Banser diikuti 140 orang terdiri dari 15 perempuan dan 125 laki-laki. Mereka akan dilatih dan digembleng selama 2 hari. Menariknya Ketua KNPI Kota Pekalongan 2012-2015 Imaduddin ikut sebagai peserta diklatsar. Praktis, diapun diaulat menjadi peserta yang mendapatkan kehormatan ditandai dengan penyematan oleh Walikota. (*)

Please like and share..

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*