Parkir Capai Rp 10 Ribu, Petugas Minggon Jatinan ditegur Wihaji

oleh

BATANG- Branding Minggon Jatinan yang di gagas oleh Bupati Wihaji yang berada di Hutan Kota Rajawali (HKR) yang mengusung jargon Back to Nature dengan konsep tradisional. Mengundang penasaran masyarakat untuk berkunjung.

Setiap minggunya mampu menyedot 7000 pengunjung dalam daerah mapun luar daerah, yang nilai transaksinya pun bisa mencapai Rp. 70 juta lebih.

Dengan pengunjung yang luar biasa sehingga tak pelak memunculkan sebuah permaslahan perparkiran, karena petugas parkir memungut tidak sesuai dengan tarif

“Akan kami tindak tegas petugas memungut parkir tidak sesuai tarif,” Kata Bupati Batang Wihaji saat ditemui di kantornya Senin (5/11).

Ia mengatakan tarif parkir yang tidak sesuai ketentuan akan berdampak buruk pada Mingon Jatinan, karena berpengaruh sekali terhadap penurunan pengunjung.

” Tapi sebelum kita tindak tegas petugas akan disosialisasikan dan diberikan pembinaan dulu agar mematuhi aturan dan ketentuan yang berlaku melalui dinas perhubungan, karena ini jangka panjang sehingga petugas harus diberi pemahaman, agar tidak menjadi komplain pengunjung,” Kata Wihaji

Dijelaskan pula bahwa menurut Perda Rertibusi parkir ditetapkan untuk parkir sepeda motor Rp 1 ribu mobil Rp 2 ribu, peraturan tersebut berlaku di semua area dan lahan parkir di Kabupaten Batang kecuali tempat parkir khusus masuk kriteria tersendiri.

“Setiap minggu ada 3500 motor yang parkir, sudah ada pengunjung ngomong dengan saya ditarik parkir mobil sebesar Rp 10 ribu,” Kata Wihaji

Bupati berharap petugas parkir menarik retribusi sesuai ketentuan walaupun belum ada masyrakat yang secara langsung komplain, tetapi harus kita sikapi agar pengunjung tidak tercedarai karena akan berpengaruh kurangnya pengunjung.(*)