Oknum Guru SD diduga Sunat Bantuan Siswa Miskin

KAJEN – Oknum guru SD Garungwiroyo 2 Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Diduga melakukan pemotong dana Bantuan Siswa Miskin, dana yang ini di potong bervariasi tergantung dari jumlah yang diterima siswa. Siswa yang menerima bantuan Rp 450 ribu di potong sebesar Rp 50 ribu persiswa dan mereka yang menerima bantuan Rp 250 ribu di potong Rp 25 ribu persiswa. Informasi ini pertama di dapatkan dari sejumlah orangtua wali murid yang mengadu kepada kepala desa setempat. Berdasarkan informasi tersebut sejumlah wartawan mendatangi orang tua wali murid dan mereka membenarkan adanya pemotongan, dan pengumpulan dana tersebut di berikan kepada oknum guru yng bernama Supriyono, namun mereka enggan namanya di mediakan. Saat di konfimasi tentang hal ini di kantornya Selasa (28/11) lalu Supriyono terlihat tidak senang dengan kedatangan wartawan dia bahkan sempat marah dan menanyakan apa kapasitas wartawan menanyakan hal itu.
“Saya tidak pernah melakukan pemotongan dana BSM, itu semua di lakukan secara suka rela oleh para wali murid, dan memang saya menerima uang titipan sebesar Rp 720 ribu yang rencanya akan di belikan alat rebana,” tegas Supriyono. Menurutnya semua ide dari orang tua wali murid karena di sekolahnya ada guru baru yang pandai bermain rebana, “karena mereka mendengar disini ada guru baru yang pandai bermain rebana mereka (wali murid) berinisiatif untuk mengumpulkan dana. Dan saya cuma dititipi saja,” lanjut Supriyono dengan nada tinggi.
Saat di tanya kenapa tidak menggunakan dana BOS Supriyono tetap ngotot hanya dititipi saja dan tidak pernah menyuruh atau melakukan pemotongan. “Silahkan saja kalau mau lapor ke dinas pendidikan, saya tidak takut. Karena saya tidak pernah melakukan pemotong,” tandasnya. (kermit)

Please like and share..

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*