Napi Ikuti Lomba Batik NKRI

oleh

PEKALONGAN – Narapidana lapas kelas 2A Pekalongan turut semarakan lomba Cipta selendang batik motif NKRI yang digelar Komunitas generasi penerus batik Pekalongan dalam rangka peringati hari batik nasional tanggal 2 Oktober 2018 mendatang .
Siapa yang menyangka jika motif batik nan indah ini adalah karya warga binaan pemasyarakatan (WBP) Kelas 2A Pekalongan, Tahun ini dalam rangka turut memperingati hari batik nasional pada tanggal 2 Oktober 2018 mendatang , lima dari 160 orang narapidana lapas Pekalongan sudah sepekan ini mengerjakan desain batik sesuai tema yang dilombakan.
Kegiatan yang digagas Generasi penerus batik Pekalongan melalui lomba cipta selendang batik negara kesatuan republik indonesia (NKRI) ini bertujuan untuk mematik seberapa besar kepedulian warga Pekalongan dan sekitarnya dalam turut melestarikan warisan budaya bangsa.
Acara ini diselenggarakan sejak tanggal 13 september-28 september 2018, lomba yang dibuka untuk umum ini tidak disia-siakan oleh lima orang narapidana Lapas kelas 2A Pekalongan, Adalah khoirul jaza dan empat orang temanya yang terpanggil dan merasapunya hak untuk mengasah potensi mereka dalam turut melestarikan warisan budaya batik. “ Meski kondisi fisik mereka masih terbelenggu di lembaga pemasyarakatan untuk menuntaskan masa hukuman tetapi kreativitas mereka tidak boleh tumpul”.demikian yang disampaikan Kepala lapas Kelas 2A pekalongan Agus Heryanto.
Sebagai penyemangat bagi peserta lomba Agus juga memantau langsung proses pembuatan motif, pembatikan hingga pewarnaan batik di Bengkel kelas inspirasi Lapas kelas 2A Pekalongan Selasa (25/9) , pihaknya sangat merespon positif bakat dan kreativitas warga binaan pemasyarakatan lapas.
Ditambahkan dari lima orang narapidana ini akan menyertakan dua hasil karya mereka pada lomba cipta selendang batik NKRI ini yang sudah di kerjakan prosesnya sejak sepekan lalu, sementara itu disampaikan Khoirul Jaza mewakili teman-teman mereka menyampaikan sangat berterimakasih pada pimpinan dan segenap petugas lapas yang telah memberikan kesempatan mereka untuk tetap berkarya meski dalam kondisi menjalani masa hukuman.
Selain pembinaan dibidang perbatikan, di Lapas kelas 2A Pekalongan ini juga terus meningkatkan kecakapan napi dengan berbagai ketrampilan seperti menjahit, las, pertanian dan perikanan guna membekali mereka saat telah bebas nanti. (*)

banner 800x320