Munculnya 2 Versi Jumlah Korban, Pemkot Segera Undang Para Ahli Sejarah

PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan dalam waktu dekat akan membahas soal pahlawan yang gugur dalam peristiwa 3 Oktober 1945. Hal ini menyusul adanya perbedaan jumlah korban yang gugur seperti yang disampaikan Ahli Sejarah Pekalongan Arif Dirhamsyah. “Surat dari Mas Dirham sudah turun di Asisten 1 untuk dirapatkan dengan mengundang berbagai pihak yang berkompeten guna bahas masalah ini,” ungkap Kabag Humas Arif Karyadi Minggu (14/1).
Menurutnya, pelaku atau saksi mata, ahli sejarah, berbagai sumber yang dianggap mampu untuk memecahkan masalah ini. “Karena memang ada berbagai perbedaan pendapat mengenai jumlah korban yang gugur dalam peristiwa itu, sehingga akan dibahas lagi dengan menggali informasi dari berbagai sumber,” tandasnya.
Dijelaskan, terkait adanya 2 prasasti yang berbeda (satu di Monumen Djuang 45 dan lainya di halaman Masjid Syuhada, red) juga akan dibahas dalam rapat tersebut untuk menentukan kepastiannya. “Sehingga diharapkan dari penggalian sejarah akan melahirkan satu versi resmi untuk dijadikan acuan,” katanya. (*)

Please like and share..

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*