Mengapa 20.413 e-KTP Dibakar???

oleh

PEKALONGAN – Dampak adanya penggabungan kelurahan menjadikan banyak e-KTP terpaksa dimusnahkan akibat harus disesuaikan dengan kondisi terkini. Bukan cuman karena terjadinya penggabungan kelurahan saja melainkan factor pencetakan tak sempurna, adanya pindah alamat, mutasi maupun chipnya rusak menjadikan pihak Pencatatan sipil Kota Pekalongan memusnahkan sebanyak 20.413 keping e-KTP dan Non elektonik. “Ada juga yang karena invalid,” ungkap Kepala Dindukcapil, Kustiati Sri Mulyani Senin (17/12).
Menurutnya, sebanyak 14.075 keping e-KTP sudah dimusnahkan pada hari Jumat (14/12) kemarin disaksikan satpol PP dan Polres Pekalongan Kota. Pemusnahan itu dilakukan dengan cara dibakar. Sedangkan hari ini (Senin, red) sebanyak 6338 e-KTP dan yang Non elektronik 2180. “Pemusnahan ini sesuai dengan arahan dari Mendagri Nomor 370.13/11176 tanggal 13 Desember 2018,” katanya.
Sementara Kepala Satpol PP, Sri Budi Santoso yang turut hadir menyaksikan kegiatan tersebut mengatakan bahwa pemusnahan e-KTP dilakukan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan saat pemilu 2019. “Kami laksanakan pemusnahan e-KTP yang sudah rusak atau adanya kekeliruan data identitas berdasarkan Surat Edaran Mendagri tentang penatausahaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik rusak atau invalid untuk mencegah penyalahgunaannya jelang pemilu 2019, ” katanya. (*)