Melongok Pusat Latihan Taekwondo “Genetik”

oleh

PEKALONGAN – Sekira 50an anak-anak usia SD-SMP nampak ceria menjalani latihan rutin taekwondo “Genetik” di Stadion Hoegeng. Mereka tekun melaksanakan apapun ‘perintah’ dari sang pelatih Agus Riyanto. Inilah sebuah pemandangan, dimana anak-anak generasi penerus bangsa begitu semangat berlatih. Bahkan, untuk mendapatakan pelatihan secara totalitas, para orang tua rela iuran membeli matras. “Benar mas, Matras ini merupakan sumbangan dari para orang tua. Mereka rela bahu membahu demi kemajuan olahraga ini. Tidak ada paksaan, semuanya dilakukan secara suka rela, ada yang ngasih satu, adapula dua bahkan lebih,” kata Agus.
Sementara terkait Taekwondo sendiri, menurut Asisten Pelatih Muhammad Septian Iman Arifin, ikut olahraga tersebut untuk bela diri juga karena taekwondo olahraga yang keren. “Taekwondo bisa pula untuk Melawan Rasa Takut. Pada intinya berlatih Taekwondo adalah untuk belajar melawan rasa takut (bukan menghilangkan), karena justru rasa takut dapat mendorong potensi dirimu yang terpendam, dan juga belajar mengalahkan diri sendiri. Kedua hal itulah yang sebenarnya menjadi inti dari Taekwondo sendiri,” katanya.
Disamping itu, kata dia, dengan berlatih Taekwondo, bisa menambah teman, punya percaya diri tinggi sekaligus dapat menyalurkan bakat terpendam. Dan satu lagi yang tak kalah pentingnya adalah ikut berlatih Taekwondo diantaranya untuk mencari prestasi. Ya, siapapun yang ikut cabang olahraga termasuk taekwondo adalah untuk mencari prestasi. “Terlebih bagi anak-anak yang masih duduk dibangku sekolah prestasi sangat membantu untuk masuk ke sekolah lanjutan yang diinginkan. Tapi jika kita lebih serius lagi saat mencari prestasi dalam olahraga taekwondo, bisa saja kita menjadi atlet yang nantinya akan membela Kota, Propinsi bahkan negara dalam event-event atau kejuaran dari lokal hingga internasional. Secara langsung itu akan membuat bangga orang-orang terdekat.” (*)