Malam Tahun Baru Kondusif, Pembuktian Warga Kota Pekalongan Cinta Damai

oleh

PEKALONGAN – Masyarakat Kota Pekalongan mampu membuktikan bahwa hiburan harus dinikmati bukan dinodai dengan keributan apalagi tawuran. Hal itu terlihat di acara Pentas Musik Akhir Tahun bertajuk “Aksi Galang Dana untuk Sesama” yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kota Pekalongan kerjasama dengan ISP Minggu (31/12). Bahkan panitia dari ISP nampak sangat toleran dengan melakukan pengecekan soundsystem setelah kebaktian di Gereja maupun Sholat Isya selesai dilaksaanakan. Mengingat lokasi kegiatan yakni Museum Batik bersebelahan dengan Masjid Al-Ikhlas serta berdekatan dengan 4 Gereja. Sikap panitia tersebut mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak.

Namun, yang patut diacungi jempol adalah sikap warga Kota Pekalongan yang benar-benar menikmati malam pergantian tahun. Pasalnya, sedari awal mereka menyaksikan jalannya acara tanpa ada kegaduhan sedikitpun. Mereka terlihat mencari ruang kosong dan seolah tak ingin ‘mengganggu’ penonton lainnya. Bahkan ada beberapa kelompok yang rela untu menyaksikan konser musik dari kejauhan agar tidak terjadi penumpukan massa.

Kepala Disparbudpora Tjuk Kushindarto menyampaikan salut atas kinerja penitia dari ISP juga sangat mengapresiasi sikap penonton. “Ini bukti bahwa masyarakat Kota Pekalongan tidak suka kegaduhan ataupun keributan. Masyarakat ingin hiburan tanpa noda seperti tawuran apalagi perkelahian. Karena kegiatan semacam ini bukan sebagai ajang perpecahan melainkan untuk menghibur masyarakat sekaligus menggugah rasa kepedulian terhadap sesama,” katanya.

Pihaknya mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak Walikota Pekalongan, Ketua DPRD, jajaran kepolisian Polres Pekalongan Kota, Satpol PP, Lindu Aji, Pekalongan Rescue dan komunitas musik Kota Pekalongan serta masyarakat Kota Batik. “Kami juga minta maaf bila dalam penyelanggaraan kegiatan masih ada kekurangan disana-sini,” ujarnya. (*)