Larangan Iklan Rokok Dicabut : Kado Pahit Hari Pendidikan Nasional

oleh

PEKALONGAN – Revisi Perwal terkait iklan rokok merupakan Kado pahit di hari Pendidikan Nasional di Kota Pekalongan. Pasalnya, disaat dunia pendidikan sedang memeriahkan hari pendidikan Nasional, Pemkot Pekalongan justru mempersilahkan iklan rokok untuk masuk di Kota Batik. “Revisi Perwal dari larangan iklan rokok menjadi diperbolehkan adalah nyata nyata bertolak belakang dengan spirit Pendidikan Nasional di Kota Pekalongan,” ungkap anggota DPRD Kota Pekalongan Aji Suryo.

Menurutnya, Perwal itu harus nya senafas dengan perda, dan selama ini sudah berjalan dengan baik. “Karena Kota Pekalongan sudah ada perda 19 thn 2013 tentang  Kawasan Tanpa Rokok, dan diperjelas Dan perwal 16 thn 2013, itu sdh berjalan cukup baik, tapi kalo ternyata ada perwal baru atau pencabutan atas perwal lama yang justru ambigu atau bahkan berlawanan dengan  perda (regulasi diatasnya) , maka bisa dikatakan perwal (produk hukum) tersebut batal demi hukum.”

Aji menambahkan belum lagi kalo bicara dari data empiris yang ada. “Asumsi pendapatan yang diperkirakan akan masuk apabila perwal tersebbut diberlakukan (paling hanya Rp 1- Rp 3 milyar)  per tahun). Angka itu tidak sebanding dengan pengeluaran yang sudah jelas dikeluarkan Pemkot dari  APBD (Rp 15- Rp 17 M) per tahun untuk mengcover biaya kesehatan masyarakat akibat dari iklan rokok tersebut. Tetapi kalo perwal  tersebut tetap dipaksakan maka itu kemunduran bagi Kota Pekalongan,  dan kami akan menggunakan hak kami sebagai anggota DPRD untuk menanyakan lebih dalam kepada walikota baik dengan hak tanya ataupun hak angket sesuai dengan tatib yang ada,” katanya. (*)