Lagi, Zam Zam Palsu di Bongkar

oleh

PEKALONGAN – Pernah dipenjara kasus yang sama tak membuat Huda warga Kergon Kota Pekalongan merasa kapok. Terbukti, usai bebas dari penjara bukannya taubat malah melanjutkan bisnis yang pernah hantarkan dirinya di jeruji besi. Kini, Huda kembali harus berurusan dengan pihak kepolisian akibat bisnisnya lagi lagi berhasil dibongkar jajaran Polres Pekalongan Kota Minggu (9/9).
Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu dihadapan para wartawan mengatakan Huda kontrak rumah milik CASMARI yang beralamat di Jl. Dwikora 1 Yosorejo RT. 004 Rw. 001 Kel. Kuripanyosorejo, Kecamatan Pekalongan Selatan. Dirumah tersebut, Huda selama 25 hari berhasil mengedarkan Zam Zam Palsu ke daerah Tasikmalaya dan Surabaya.
“Berdasarkan infomasi dari masyarakat banyak beredar air zam-zam di toko perlengkapan haji dan umroh yang berasal dari Jawa Tengah. Berdasarkan hal tersebut Sat Reskrim Polres Pekalongan Kota menduga air zam-zam yang berasal dari Jawa Tengah adalah palsu. Hasilnya, di sebuah rumah yang dikontrak oleh CV. MOYA JANNA berada di Kelurahan Kuripan yosorejo digunakan untuk kegiatan memproduksi dan mengedarkan AMDK ( Air Minum Dalam Kemasan ) merek AL BARAKALLAH WATER ( Zam zam palsu, red) yang tidak memiliki ijin edar dari BPOM dan atau tidak memiliki SNI dan/atau tidak mencantumkan label berbahasa Indonesia dan sudah diedarkan ke Toko Perlengkapan Haji dan Umroh di wilayah Tasikmalaya Jawa Barat dan Surabaya Jawa Timur,” kata Ferry.
Dijelaskan Kapolres Pekalongan Kota, dalam pengakuannya tersangka mengatakan bahwa dirinya mengisi kemasan air zam-zam palsu (AL BARAKALLAH water dengan menggunakan air isi ulang Galon 19 L berbagai merk, antara lain merk aqua. Selanjutnya ditempatkan dalam kemasan jerigen ukuran 10 sepuluh dan 5 (lima) liter. “Air zam-zam (AL BARAKALLAH WATER) diedarkan ke masyarakat melalui jalur darat ke Toko perlengkapan haji dan umroh di wilayah Tasikmalaya jawa Barat dan Surabaya Jawa Timur. “
Lebih lanjut Kapolres Pekalongan Kota menyatakan Tersangka memproduksi. AMDK dengan merek AL BARAKALLAH WATER Sejak bulan Agustus 2018 sampai dengan bulan September 2018 kurang lebih 25 hari, Hasil produksi Iangsung dikirim ke Toko Perlengkapan Haji dan Umroh di wilayah Tasikmalaya Jawa Barat dan Surabaya Jawa Timur. Tersangka sudah mengirimkan hasil produksi sebanyak 3 (tiga) kali pengiriman, sebanyak 218 ( dua ratus delapan belas ) kardus isi AMDK dengan merek AL BARAKALLAH WATER. 1 kardus Rp 195.000, (seratus Sembilan puluh Iima ribu rupiah). Jadi Omzet penjualan dari bulan bulan Agustus 2018 sampai dengan bulan September 2018 kurang lebih 25 hari, beljumlah Rp 43.510.000 ( empat puluh tiga juta lima ratus sepuluh rlbu rupiah ).
Atas perbuatannya, tersangka bakal dikenakan 1. Pasal 120 ayat (1) Undang-Undang No. 3 tahun 2014 tentang Perindustrian dengan ancaman pidana Peniara paling lama 5 (lima) tahuh dan pidana denda Paling banyak Rp 3.000.000-000,oo (tiga miliar rupiah)” danlatau
2. Pasal 142 Undang-Undang No. 18 tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman Pidana pidana Peniara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 4.ooo.ooo.ooo.-(empat milyar mpiah)’ dan/atau.
3. Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) huruf a,e dan f Undang-Undang RI No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen ancaman pidana penjara paling lama 5 (Ema) tahun atau Pida“a denda paling banyak Rp 2.000.000.000.00 (*)