Lagi Enak-enak Karaoke, Perangkat Desa Di Tangkap Polisi, Kenapa???

oleh

PEKALONGAN – Mufti (27) seorang perangkat desa di Kabupaten Batang tak menyangka bakal ditangkap Polisi saat lagi menikmati Karaoke di Bandungan Kabupaten Semarang. Dia lupa, bila dirinya sedang dicari polisi gara-gara perbuatannya yang menggelapkan mobil.
Ceritanya begini, Sabtu (17/11), pukul 10.00 wib, tersangka datang ke rumah korban di Jl Sumatra No 31 A RT 05 RW 06 Kelurahan Podosugih Kecamatan Pekalongan Barat. Dia berniat akan menyewa 1(satu) unit mobil Avanza warna hitam tahun 2018 nopol G 9081 RA. Sang pemilik Faula sepakat untuk menyewakan selama 1(satu) hari dan tersangka menyerahkan uang sewa Rp.300.000.00 (tiga ratus ribu rupiah).
setelah hari Minggu tanggal 18 Nopember 2018 sekira pukul 09.00 wib, atau batas sewa habis, ternyata Mufti belum dikembalikan mobil. Setelah di cek lewat GPS unit dari arah Semarang menuju ke arah Madiun. Selanjutnya korban bersama temannya melakukan pengejaran dengan cara menelusuri arah GPS. Sialnya pada hari Senin tanggal 19 Nopember 2018 sekira pukul 01.00 wib, GPS mati, di daerah jalan tol Salatiga Kertosono, atau tidak bisa dilacak lagi. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp.160.000,00 (seratus enam puluh juta rupiah) dan melaporkan ke Polsek Pekalongan Barat.
Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu Kamis (29/11) mengatakan Atas dasar laporan tersebut unit Reskrim melakukan lidik. “Dari hasil lidik mendapatkan informasi pelaku berada di salah satu karaoke Bandungan, Kabupaten Semarang. Kemudian unit Reskrim bergerak lidik menuju karaoke di maksud serta berhasil mengamakan pelaku.”
Dari keterangan tersangka, mobil tersebut di rental kembali kepada temannya di daerah Solo per satu hari Rp. 350.000,00 (tiga ratus lima puluh ribu rupiah). “Selanjutnya unit Reskrim melakukan pengejaran terhadap unit mobil namun hasilnya mobil tidak/belum diketemukan, selanjutnya pelaku dibawa dan diamankan di Polsek Pekalongan Barat guna proses lanjut,” ungkap Kapolresta. (*)